ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH

Jurnal Asy-SyukriyyahJurnal Asy-Syukriyyah

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) telah menjadi masalah signifikan di kalangan mahasiswa, terutama dalam gaya hidup konsumeris yang dibentuk oleh media sosial. Mahasiswa sering merasa tertekan untuk mengikuti tren seperti menggunakan barang bermerek atau mengunjungi tempat populer, meskipun dengan biaya tinggi dan kecenderungan perilaku boros (israf). Artikel ini menganalisis fenomena FOMO dan konsumsi berlebihan melalui lensa QS. Al-Isra ayat 26-27, yang menekankan larangan terhadap pemborosan dan pentingnya pengelolaan sumber daya yang bijaksana. Dengan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka dan data sekunder, termasuk pengamatan media sosial, studi ini menemukan bahwa FOMO mendorong konsumsi berlebihan, yang bertentangan dengan nilai-nilai kesederhanaan Islam. Pendidikan berbasis Islam, seperti menanamkan qanaah dan literasi keuangan syariah, adalah kunci untuk mengatasi masalah ini. Studi ini menekankan kebutuhan akan upaya pendidikan untuk mempromosikan gaya hidup konsumen Islami dan mendorong mahasiswa untuk menggunakan sumber daya dengan lebih bijaksana.

Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) yang sering ditemukan di kalangan mahasiswa, terutama di era digital, telah mendorong pola konsumsi berlebihan yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam.Konsumsi yang dipicu oleh media sosial dan tekanan untuk selalu mengikuti tren seringkali mengarah pada perilaku israf, yang bertentangan dengan ajaran Islam tentang kesederhanaan dan pengelolaan rezeki.Al-Isra ayat 26-27 menekankan pentingnya menghindari pemborosan dan menuntut manusia untuk lebih bijaksana dalam mengelola sumber daya.Oleh karena itu, pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang mengajarkan konsep qanaah dan pengelolaan keuangan yang bijak diperlukan untuk membantu mahasiswa mengatasi fenomena ini dan mengarahkan mereka menuju gaya hidup yang lebih seimbang dan bertanggung jawab.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang hubungan antara FOMO dan israf dalam perilaku konsumsi Gen-Z, dengan menggunakan pendekatan interpretasi Quran sebagai dasar nilai-nilai. Studi interpretasi QS. Al-Isra ayat 26-27 dapat menjadi titik awal dalam mengkritik fenomena sosial ini secara normatif dan etis. Kedua, penting untuk mengembangkan strategi pendidikan konsumen berbasis Islam bagi mahasiswa. Pendidikan karakter ekonomi Islam harus ditanamkan sejak dini di kalangan mahasiswa dengan memperkuat konsep qanaah (puas dengan apa yang ada), zuhud (tidak tergoda oleh dunia), dan kebijaksanaan dalam pengeluaran. Kampus memiliki peran penting dalam menyisipkan nilai-nilai ini melalui mata kuliah Islam, seminar, dan kegiatan ekstrakurikuler. Ketiga, diperlukan upaya lebih intensif dalam mendidik mahasiswa tentang nilai-nilai Islam yang relevan dengan kehidupan digital melalui berbagai media, baik melalui kurikulum pendidikan, seminar, maupun media sosial. Selain itu, perlu ada inisiatif untuk memperkuat literasi keuangan Islami di kalangan mahasiswa, serta memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang qanaah dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami bahwa kebahagiaan dan harga diri tidak ditentukan oleh status sosial atau konsumsi materi, tetapi oleh kesungguhan, iman, dan kontribusi positif bagi masyarakat.

  1. Perubahan Sosial dan Pengaruh Media Sosial Tentang Peran Instagram dalam Membentuk Identitas Diri Remaja... doi.org/10.59024/simpati.v1i3.225Perubahan Sosial dan Pengaruh Media Sosial Tentang Peran Instagram dalam Membentuk Identitas Diri Remaja doi 10 59024 simpati v1i3 225
  2. Analysis of Generation Z Consumer Behavior in the Food and Beverage Industry in Indonesia: The Influence... wsj.westsciences.com/index.php/wsee/article/view/461Analysis of Generation Z Consumer Behavior in the Food and Beverage Industry in Indonesia The Influence wsj westsciences index php wsee article view 461
Read online
File size322.92 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test