ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH

Jurnal Asy-SyukriyyahJurnal Asy-Syukriyyah

Penelitian ini meneliti transformasi ritual keagamaan dalam masyarakat adat pada era modernisasi. Tiga aspek utama yang dibahas meliputi pergeseran makna kesakralan, sinkretisme antara nilai‑nilai Islam dan tradisi lokal, serta peran institusi adat serta institusi keagamaan dalam menanggapi modernisasi. Teknologi memungkinkan partisipasi yang lebih luas melalui media digital, namun menimbulkan pertanyaan mengenai pentingnya kehadiran fisik. Globalisasi mengubah ritual menjadi atraksi global, sementara komodifikasi mengalihkan fokus dari kesakralan ke aspek ekonomi. Meskipun demikian, beberapa komunitas adat tetap mempertahankan tradisi leluhur mereka. Integrasi nilai‑nilai Islam dengan tradisi lokal menunjukkan bahwa modernisasi dapat diselaraskan tanpa menghilangkan kesakralan. Sinkretisme antara Islam dan tradisi lokal mencerminkan adaptasi budaya tanpa kehilangan identitas. Institusi adat dan institusi keagamaan berperan penting dalam melestarikan kebiasaan, menjaga norma sosial, dan menyelesaikan sengketa, serta berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk melindungi kepentingan komunitas adat.

Penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi, globalisasi, dan teknologi memengaruhi makna kesakralan dalam ritual keagamaan masyarakat adat, dimana teknologi memperluas partisipasi namun menimbulkan pertanyaan tentang pentingnya kehadiran fisik, dan globalisasi mengubah ritual menjadi atraksi global serta komodifikasi mengalihkan fokus dari kesakralan ke aspek ekonomi.Integrasi nilai‑nilai Islam dengan tradisi lokal serta sincretisme budaya memungkinkan modernisasi berharmoni tanpa menghilangkan kesakralan, sementara institusi adat dan keagamaan bersama pemerintah desa berperan penting dalam melestarikan adat, norma sosial, dan menyelesaikan sengketa.Dukungan kebijakan dan regulasi diperlukan untuk memastikan institusi tradisional berfungsi optimal, sehingga komunitas adat dapat terus beradaptasi dan mempertahankan kesakralan ritualnya dalam harmoni antara nilai tradisional dan modern.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi lapangan empiris untuk mengevaluasi bagaimana partisipasi melalui media digital memengaruhi persepsi kesakralan di kalangan masyarakat adat tertentu, misalnya komunitas Cikondang, dengan mengajukan pertanyaan: Bagaimana penggunaan platform digital mengubah pengalaman sakral dalam ritual tradisional? Selanjutnya, diperlukan analisis komparatif antar wilayah, seperti antara Jawa dan Bali, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat integrasi nilai Islam dengan tradisi lokal, sehingga dapat menjawab pertanyaan: Apa faktor kunci yang memungkinkan sinkretisme budaya berjalan harmonis tanpa kehilangan identitas? Terakhir, penelitian dapat menilai efektivitas kebijakan dan regulasi yang mendukung institusi adat dalam melestarikan kesakralan, dengan menguji: Kebijakan publik apa yang paling efektif dalam memperkuat fungsi institusi tradisional sekaligus mengakomodasi modernisasi? Pendekatan kualitatif dan kuantitatif bersama analis kebijakan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan, memastikan bahwa modernisasi tidak mengorbankan nilai-nilai sakral masyarakat adat.

  1. SHIFTING MEANING OF SACREDNESS IN RELIGIOUS RITUALS SOCIOLOGICAL STUDIES OF INDIGENOUS PEOPLES IN THE... doi.org/10.36769/asy.v26i1.873SHIFTING MEANING OF SACREDNESS IN RELIGIOUS RITUALS SOCIOLOGICAL STUDIES OF INDIGENOUS PEOPLES IN THE doi 10 36769 asy v26i1 873
Read online
File size224.28 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test