LPPM UNASMANLPPM UNASMAN

MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu KomunikasiMITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi

Uang panai merupakan tradisi adat dalam pernikahan Bugis-Makassar yang menjadi wacana publik karena nominalnya yang tinggi. Media lokal memiliki peran penting dalam mengonstruksi pemahaman masyarakat terhadap praktik budaya ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Tribun Timur, portal berita lokal di Sulawesi Selatan, membingkai budaya uang panai dalam pemberitaannya. Menggunakan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, penelitian ini mengkaji 10 berita yang dipublikasikan periode 2020-2021 melalui empat dimensi struktural: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Temuan menunjukkan bahwa Tribun Timur secara dominan menggunakan frame sosiologi dengan menekankan tingginya nilai nominal uang panai dan dampak negatifnya seperti kawin lari (silariang), bunuh diri, dan penipuan. Status sosial—meliputi pendidikan, pekerjaan, dan latar belakang keluarga—secara konsisten disorot sebagai faktor penentu. Namun, konstruksi media ini mengabaikan aspek budaya penting seperti proses negosiasi dan dampak positif dari tradisi tersebut. Studi ini sepenuhnya menunjukkan bahwa mencerminkan praktik budaya aktual, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang peran media lokal dalam pelestarian budaya. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman teori agenda-setting tingkat kedua dan konstruksi sosial realitas dalam konteks jurnalisme budaya lokal.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tribun Timur secara konsisten menggunakan frame sosiologi dalam pemberitaan uang panai, menekankan status sosial, nominal tinggi, dan dampak negatif.Analisis empat struktur framing menunjukkan bahwa konstruksi media tidak sepenuhnya mencerminkan kompleksitas dan fleksibilitas praktik budaya, mengabaikan proses negosiasi serta nilai budaya yang mendasari.Kesenjangan tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai peran media lokal dalam pelestarian budaya.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan analisis komparatif framing pada beberapa media lokal serta platform media sosial untuk mengidentifikasi perbedaan pola pemberitaan tentang uang panai; penelitian ini akan memperluas pemahaman tentang bagaimana konteks digital memengaruhi konstruksi budaya. Selanjutnya, studi resepsi audiens yang meneliti persepsi dan interpretasi kelompok sosial‑ekonomi yang berbeda terhadap pemberitaan tersebut dapat mengungkap dampak realitas media terhadap sikap masyarakat terhadap tradisi uang panai. Terakhir, penelitian etnografis yang mengamati secara langsung proses negosiasi (mammanu-manu) dalam keluarga dan membandingkannya dengan representasi media dapat membantu menjelaskan kesenjangan antara praktik budaya aktual dan penyajiannya di media, serta memberikan rekomendasi praktis bagi jurnalis budaya.

  1. Vol 10, No 2 (2019). vol doi https jkom v10i2 full issue view isi table contents articles social network... ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/jkom/issue/view/357Vol 10 No 2 2019 vol doi https jkom v10i2 full issue view isi table contents articles social network ejournal bsi ac ejurnal index php jkom issue view 357
Read online
File size244.88 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test