UBUB
Brawijaya Journal of Social ScienceBrawijaya Journal of Social SciencePariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian lokal, terutama di daerah yang memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal seperti Kabupaten Banyuwangi. Desa Kemiren yang dihuni oleh masyarakat adat Osing, telah ditetapkan sebagai desa wisata. Namun, pengembangan desa wisata ini sering kali menyebabkan terjadinya alienasi terhadap masyarakat lokal dalam proses pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran masyarakat Osing dalam proses pengambilan keputusan terkait Desa Wisata Osing Kemiren. Mengacu pada teori alienasi oleh Karl Marx, penelitian ini menggunakan dua indikator alienasi di antaranya ketidakberdayaan (powerlessness) dan ketidakberartian (meaninglessness). Teori yang digunakan membantu memahami bagaimana masyarakat merasa terpisah atau terasingkan dari proses dan hasil yang seharusnya mereka dapatkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi alami. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen. Informan penelitian terdiri dari kepala dinas kebudayaan dan pariwisata, kepala desa, kepala dusun, ketua lembaga adat dan anggota masyarakat yang terlibat langsung dalam pengembangan Desa Wisata Kemiren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Osing Desa Kemiren mengalami alienasi dalam perencanaan keputusan terkait pengembangan desa wisata. Meskipun peranan mereka rendah dalam tahap perencanaan, adaptasi positif terlihat dalam pelaksanaannya, terutama dalam pelestarian budaya lokal dan peningkatan ekonomi melalui kegiatan pariwisata. Partisipasi aktif dalam pelaksanaan mampu mengurangi rasa keterasingan, tetapi keterlibatan yang lebih inklusif diperlukan untuk memastikan distribusi manfaat yang lebih merata. Keterlibatan yang lebih inklusif dan strategi pemberdayaan yang berfokus pada masyarakat lokal sangat penting untuk mengurangi dampak alienasi dalam setiap tahap pengambilan keputusan. Temuan ini memberikan dasar perancangan kebijakan desa wisata yang lebih berkelanjutan dan adil.
Masyarakat Osing Desa Kemiren mengalami alienasi dalam proses perencanaan keputusan pengembangan desa wisata, ditandai dengan perasaan ketidakberdayaan dan ketidakberartian.Namun, pada tahap pelaksanaan, masyarakat menunjukkan partisipasi aktif dan merasa terlibat serta mendapatkan manfaat ekonomi dan sosial.Temuan ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dalam setiap tahap pengambilan keputusan untuk memperkuat partisipasi masyarakat dan mengurangi dampak alienasi dalam pengembangan desa wisata.
Pertama, perlu diteliti bagaimana pendidikan partisipatif berbasis budaya lokal dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat Osing dalam perencanaan desa wisata, terutama dalam menyusun rencana pengembangan pariwisata berbasis adat. Kedua, layak dikaji model pengambilan keputusan kolaboratif antara Pokdarwis, lembaga adat, dan masyarakat umum yang bisa menjamin keterwakilan semua kelompok usia dan gender dalam forum desa wisata. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bentuk alternatif evaluasi mandiri oleh masyarakat yang tidak bergantung pada pihak luar, guna membangun kepemilikan kolektif terhadap program wisata dan mengurangi ketergantungan struktural. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi sistem tata kelola desa wisata yang lebih demokratis dan berkelanjutan. Dengan memahami dinamika internal masyarakat Osing, kebijakan dapat dirancang untuk memperkuat partisipasi aktif sejak awal, bukan hanya saat pelaksanaan. Selain itu, model partisipasi yang dikembangkan harus mempertimbangkan nilai-nilai sosial seperti rasa kekeluargaan dan norma lokal yang sudah ada. Pendekatan seperti ini bisa mengubah desa wisata dari sekadar proyek pembangunan menjadi ruang pertukaran budaya yang adil. Fokus pada penguatan kapasitas lokal juga akan mencegah terulangnya pola top-down yang menimbulkan alienasi. Dengan demikian, pengembangan desa wisata dapat menjadi alat pemberdayaan, bukan eksploitasi budaya. Hasilnya, masyarakat bukan hanya pelaku wisata, tetapi juga perancang masa depan wilayah mereka sendiri.
| File size | 198.52 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
BIARJOURNALBIARJOURNAL Variabel aksesibilitas/lokasi (X2) juga memiliki pengaruh parsial signifikan. Variabel harga/tarif (X3) memiliki pengaruh parsial signifikan, sedangkanVariabel aksesibilitas/lokasi (X2) juga memiliki pengaruh parsial signifikan. Variabel harga/tarif (X3) memiliki pengaruh parsial signifikan, sedangkan
UMPWRUMPWR Integrasi isu lingkungan dan aspek keagamaan dalam pembelajaran sains sangat penting untuk memupuk tanggung jawab siswa secara holistik. Pengembangan integrasiIntegrasi isu lingkungan dan aspek keagamaan dalam pembelajaran sains sangat penting untuk memupuk tanggung jawab siswa secara holistik. Pengembangan integrasi
YBLIYBLI Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor-faktor yang memengaruhi mutu bahan, kemampuan mempraktikkan teknik dasar pengolahanHasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor-faktor yang memengaruhi mutu bahan, kemampuan mempraktikkan teknik dasar pengolahan
UMSUMS Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata mitra, khususnya terkait literasi etika AI, perlindungan konsumen, dan keamanan data. Secara keseluruhan,Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata mitra, khususnya terkait literasi etika AI, perlindungan konsumen, dan keamanan data. Secara keseluruhan,
IPDNIPDN Namun pada aspek produk, sistem drainase telah berkontribusi dalam mengurangi genangan dan risiko banjir meskipun efektivitasnya belum optimal. PenelitianNamun pada aspek produk, sistem drainase telah berkontribusi dalam mengurangi genangan dan risiko banjir meskipun efektivitasnya belum optimal. Penelitian
IPDNIPDN 245 hektar dan dominasi komoditas hortikultura yang masih belum optimal, pembinaan kelompok tani menjadi strategi utama yang diterapkan pemerintah daerah245 hektar dan dominasi komoditas hortikultura yang masih belum optimal, pembinaan kelompok tani menjadi strategi utama yang diterapkan pemerintah daerah
IDJOURNALIDJOURNAL Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan institusi dan keberlanjutan program agar praktik collaborative teaching berbasis EMI dapat diterapkan secaraTemuan ini menegaskan pentingnya dukungan institusi dan keberlanjutan program agar praktik collaborative teaching berbasis EMI dapat diterapkan secara
IDJOURNALIDJOURNAL Terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 72,83% dan keterampilan sebesar 65,33%. Program ini terbukti efektif dalam mendukung ketahanan pangan,Terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 72,83% dan keterampilan sebesar 65,33%. Program ini terbukti efektif dalam mendukung ketahanan pangan,
Useful /
UMSUMS Evaluasi eksperimental menunjukkan bahwa sistem beroperasi sesuai harapan, dengan pemutusan dan penyambungan kembali beban mengikuti parameter yang ditetapkan.Evaluasi eksperimental menunjukkan bahwa sistem beroperasi sesuai harapan, dengan pemutusan dan penyambungan kembali beban mengikuti parameter yang ditetapkan.
UMSUMS Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar matematika pada siswa dasar Indonesia di Sungai Buloh Learning Studio,Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar matematika pada siswa dasar Indonesia di Sungai Buloh Learning Studio,
UMSUMS Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai peluang usaha di era digital kepada anak-anak LKSA MuhammadiyahKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai peluang usaha di era digital kepada anak-anak LKSA Muhammadiyah
UNPUNP Sarana dan prasarana dalam kegiatan praktik menjadi salah satu faktor dalam proses pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran di sekolah. Adapun tujuanSarana dan prasarana dalam kegiatan praktik menjadi salah satu faktor dalam proses pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran di sekolah. Adapun tujuan