UBUB

Brawijaya Journal of Social ScienceBrawijaya Journal of Social Science

Fenomena hijrah di kalangan masyarakat urban Muslim Indonesia telah berkembang menjadi bagian dari budaya populer yang menampilkan bentuk baru kesalehan publik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana anggota Komunitas Terang Malang membentuk dan menampilkan identitasnya sebagai Muslim yang berhijrah serta bagaimana praktik representasi tersebut dinegosiasikan dalam wacana islamisasi dan modernitas. Menggunakan pendekatan fenomenologi Edmund Husserl, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan. Pisau analisis menggunakan teori identitas Stuart Hall, performativitas Judith Butler dan Saba Mahmood, serta konsep kesadaran Husserl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas hijrah dibangun melalui praktik representasional yang mencakup narasi “dulu gelap–kini terang, penggunaan bahasa religius, simbol tubuh, dan rutinitas ibadah yang diulang. Representasi ini bersifat selektif, anggota secara sadar menampilkan identitas baru yang dianggap “terang dan menyembunyikan masa lalu yang kelam, meski kadang ditampilkan kembali sebagai strategi dakwah. Identitas hijrah juga dipengaruhi oleh wacana islamisasi dan modernitas, di mana anggota menegosiasikan posisi mereka antara kesalehan dan gaya hidup modern. Mereka menggunakan strategi budaya populer untuk menjembatani nilai spiritual dan ekspresi modernitas. Dengan demikian, hijrah tidak hanya dipahami sebagai proses spiritual, tetapi juga sebagai praktik sosial dan budaya yang membentuk identitas Muslim urban yang taat sekaligus relevan di dunia modern.

Penelitian ini menunjukkan bahwa anggota komunitas Terang Malang membentuk dan menampilkan identitasnya melalui praktik representasional dalam kehidupan sehari-hari.Identitas hijrah dibangun melalui narasi “dulu gelap-kini terang, bahasa religius, simbol tubuh, dan rutinitas ibadah, dengan seleksi identitas yang ditampilkan kepada publik.Praktik representasi ini berlangsung dalam wacana islamisasi dan modernitas, di mana anggota menegosiasikan identitas mereka sebagai Muslim yang taat dan modern, menjembatani kesalehan dengan gaya hidup urban melalui strategi budaya populer.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan studi komparatif antar komunitas hijrah di berbagai kota untuk memahami bagaimana konteks sosial-ekonomi membentuk variasi praktik hijrah. Penelitian longitudinal diperlukan untuk menelusuri dinamika transformasi identitas religius anggota komunitas hijrah dari waktu ke waktu. Selain itu, kajian dampak sosial komunitas hijrah terhadap masyarakat sekitar perlu dilakukan, terutama dalam kaitannya dengan kohesi sosial dan batas-batas eksklusivitas religius. Terakhir, pendekatan interseksional dapat digunakan untuk memahami bagaimana pengalaman hijrah dibentuk secara berbeda oleh gender, kelas sosial, dan etnisitas. Penelitian-penelitian ini penting untuk memperdalam pemahaman tentang bagaimana agama dihidupi, ditampilkan, dan mengalami transformasi dalam konteks modernitas urban, serta untuk mengidentifikasi potensi dan tantangan yang dihadapi oleh komunitas hijrah dalam membangun identitas religius yang relevan dan inklusif di masyarakat Indonesia. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi signifikan pada pengembangan sosiologi agama dan studi tentang Islam kontemporer.

Read online
File size207.99 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test