ITSMITSM

Jurnal Pengabdian MasyarakatJurnal Pengabdian Masyarakat

Data populasi ternak menurut kecamatan di Kabupaten Jember 2022 menunjukkan Kecamatan Mayang memiliki 8.123 ekor sapi potong. Desa Seputih menjadi salah satu daerah penyumbang angka sapi potong pada data tersebut. Berdasarkan keterangan, Pemerintah Desa Seputih salah satu Dusun hampir setiap rumah atau 90 % warga memelihara sapi. Kondisi ini membuat Desa Seputih memiliki permasalahan lingkungan akibat belum terkelolanya kotoran sapi yang dihasilkan masyarakat. Limbah kotoran sapi yang dibuang di lingkungan akan tetap ada dan terus bertambah selama masyarakat melakukan aktivitas ternak sapi. Pencemaran akan terus terjadi jika limbah tidak dikelola dengan baik. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Masyarakat mengelola limbah kotoran sapi dengan menjadikan pupuk organik padat. Limbah kotoran sapi berkurang, genangan penyebab nyamuk dapat diminimalisir, pencemaran udara dan badan air akibat limbah dapat dihindari. Kegiatan pengabdian ini dapat bermuara pada pencapaian SDGs Desa Seputih pada tujuan 3 Desa dan 11. Pada tujuan 3 Desa Sehat dan Sejahtera dan Tujuan 11 Kawasan Pemukiman Desa Aman dan Nyaman. Metode utama yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Sekolah Lapang. Kegiatan dilaksanakan dengan tahapan perencanaan, persiapan (meliputi observasi kebutuhan mitra dan materi), pelaksanaan (penentuan peserta, pembuatan pupuk organik padat) dan evaluasi kegiatan. Luaran yang ditargetkan dalam pengabdian ini adalah buku saku pembuatan pupuk organik padat, pupuk organik padat, dokumentasi video pengabdian, artikel media massa, dan artikel ilmiah pada jurnal pengabdian terakreditasi Sinta 3.

Pengabdian ini berhasil memberikan solusi untuk permasalahan limbah kotoran sapi di Desa Seputih melalui peningkatan pengetahuan masyarakat dalam mengelola limbah menjadi pupuk organik padat.Selain membantu mengurangi limbah yang mencemari lingkungan, kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs Desa pada tujuan Desa Sehat dan Sejahtera (tujuan 3) serta Kawasan Pemukiman Desa Aman dan Nyaman (tujuan 11).Dengan metode Sekolah Lapang, masyarakat diberikan pelatihan berbasis praktik nyata yang diikuti oleh penyusunan buku saku, pembuatan pupuk, serta dokumentasi dan publikasi ilmiah.Kegiatan ini diharapkan menciptakan dampak berkelanjutan bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Desa Seputih.

Berdasarkan hasil pengabdian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif mengenai efektivitas pupuk organik padat berbasis KOHE terhadap pertumbuhan tanaman secara spesifik, dengan membandingkan hasil panen dan kualitas produk pertanian dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan teknologi fermentasi KOHE yang lebih efisien dan ramah lingkungan, misalnya dengan memanfaatkan mikroorganisme lokal yang mampu mempercepat proses dekomposisi dan meningkatkan kandungan nutrisi pupuk. Ketiga, penting untuk mengkaji secara mendalam aspek sosial-ekonomi dari program pemberdayaan petani melalui sekolah lapang, termasuk pengaruhnya terhadap pendapatan petani, peningkatan kesejahteraan keluarga, dan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan limbah ternak.

Read online
File size139.95 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test