ALQOLAMALQOLAM

JURALIANSI: Jurnal Lingkup Anak Usia DiniJURALIANSI: Jurnal Lingkup Anak Usia Dini

Implementasi pembelajaran sosio-kultural pada pendidikan anak usia dini belum sepenuhnya optimal karena dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik sosial anak, kurangnya media pembelajaran berbasis budaya lokal, keterbatasan waktu belajar, dan kurangnya pelatihan guru tentang pendekatan sosio-kultural. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi guru tentang pembelajaran sosio-kultural di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memperoleh pemahaman mengenai persepsi guru, implementasi pembelajaran, interaksi sosial anak, serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif tentang pembelajaran sosio-kultural karena mampu membantu perkembangan sosial anak melalui kebiasaan kerja sama, berbagi, penggunaan bahasa yang sopan, dan integrasi budaya lokal ke dalam pembelajaran sehari-hari. Implementasi pembelajaran dilakukan melalui bermain kelompok, bermain peran, bercerita, bernyanyi, dan bekerja sama. Pembelajaran ini memiliki pengaruh yang baik terhadap keterampilan komunikasi, interaksi sosial, empati, kepercayaan diri, dan sikap menghormati konteks sosio-kultural anak. Dengan demikian, pembelajaran sosio-kultural merupakan cara efektif yang dapat membantu perkembangan sosial dan pembentukan karakter sejak usia dini secara kontekstual, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Pembelajaran sosio-kultural di TK Pusat PAUD Harapan Bangsa menunjukkan bahwa persepsi positif guru terhadap pembelajaran berbasis sosial dan budaya memiliki pengaruh besar dalam menciptakan lingkungan belajar serta mendukung perkembangan sosial anak usia dini.Guru tidak memandang pembelajaran sebagai proses penyampaian materi, tetapi sebagai proses membangun karakter sosial melalui kebiasaan kerja sama, saling menghormati, penggunaan bahasa yang sopan, dan pengintegrasian budaya lokal dalam kegiatan sehari-hari.Implementasi pembelajaran seperti bermain kelompok, bermain peran, bercerita, dan kegiatan kolaboratif dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi anak usia dini.Pembelajaran sosio-kultural memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan keterampilan komunikasi, empati, kepedulian, dan kemampuan kerja sama pada masa usia dini.Interaksi sosial berkembang melalui kegiatan pembelajaran yang memungkinkan anak belajar menghargai teman sebaya, menyelesaikan masalah sosial kecil, dan menanamkan rasa tanggung jawab di lingkungan sekolah secara bertahap.Namun, implementasi pembelajaran sosio-kultural masih menghadapi beberapa kendala, antara lain perbedaan karakteristik sosial anak, keterbatasan waktu belajar, kurangnya media berbasis budaya lokal, dan kurangnya pelatihan guru yang berkaitan dengan pendekatan sosio-kultural.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan strategi pembelajaran sosio-kultural yang lebih inovatif dan kreatif. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam konteks PAUD, seperti penggunaan media pembelajaran berbasis budaya lokal yang menarik dan interaktif. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki dampak jangka panjang dari pembelajaran sosio-kultural terhadap perkembangan sosial dan karakter anak usia dini. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui pendekatan sosio-kultural yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. DOI Name 10.32764 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 35z crossref email support... doi.org/10.32764DOI Name 10 32764 Values doi name values index type timestamp data hs serv 35z crossref email support doi 10 32764
Read online
File size542.41 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test