YARSIYARSI

Jurnal Kedokteran YARSIJurnal Kedokteran YARSI

Gejala dan tanda angiodisplasia (ADP) berupa kelemahan umum, nafas terasa sesak dan nafas pendek karena anemia, adanya perdarahan tersamar pada pemeriksaan feses, perdarahan saluran cerna masif dari ringan sampai berat berupa muntah darah (hematemesis), buang air besar hitam atau warna maroon-tua (melena) dan atau merah terang (hematochezia); kasus jarang dengan gejala nyeri perut, maupun tanpa gejala. Patogenesis ADP melibatkan patofisiologi dengan gambaran klinis yang tidak khas, patologi anatomi dan etiologi nya yang tumpang tindih dan tidak spesifik. Umumnya 70% kasus ADP ditemukan di mukosa kolon kanan – khususnya di sekum dan kolon asendens proksimal – dibanding mukosa bagian-bagian saluran cerna lainnya, sehingga umum dikenal sebagai ADP kolon dan ditemukan dengan pemeriksaan kolonoskopi. Berdasarkan kepustakaan, ADP secara umum memberikan kontribusi sumber perdarahan saluran cerna sebesar 20-60% kasus, 10-30% kasusnya berasal dari perdarahan saluran cerna bagian bawah (PSCBB). Gambaran klinis perdarahan saluran cerna dalam Laporan Tahunan IERSY 2021-2022 merupakan jumlah kasus yang cukup banyak, yakni 44 kasus (61.1%) dari 72 kasus total tindakan endoskopi gastrointestinal dengan keluhan dan tanda meliputi hematemesis melena (36.1%); hematochezia (0.8%); anemia (2.7%) dan nyeri perut sebesar 20.8% yang dipersepsikan dengan perdarahan tersamar. Dalam laporan ini penyebab yang dominan dari nyeri perut dan anemia adalah temuan ADP pada kolonoskopi.

Telah disampaikan masalah kasus Angiodisplasia (ADP) atau Arteriovenous Malformations (AVMs) atas temuan pada tindakan endoskopi gastro-intestinal dengan perdarahan saluran cerna (PSC) di Instalasi Endoskopi RS Yarsi (IERSY) selama setahun (1 Juli 2021 sampai 30 Juni 2022).ADP merupakan spektrum kekerapan ketiga terbanyak (13.9%) sebagai penyebab PSC di RS Yarsi saat ini (2022) dan frekuensinya masih lebih rendah dibanding frekuensi yang dilaporkan pakar pada tahun 2004 - 2018.Yang menarik adalah bahwa masalah nyeri perut (abdominal pain) jarang sebagai keluhan pada ADP, malahan ditemukan cukup banyak (20.Telah disampaikan pula penatalaksanaan ADP secara komprehensif dan yang dikerjakan di IERSY.Dipertimbangkan bahwa ADP tetap sebagai kasus yang memerlukan kewaspadaan mengingat kondisi emergensi dan dominan asimptomatik.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang faktor-faktor risiko dan penyebab angiodysplasia, khususnya di RS Yarsi Jakarta. Penelitian ini dapat berfokus pada identifikasi faktor-faktor yang meningkatkan risiko angiodysplasia, seperti usia, jenis kelamin, riwayat penyakit, dan faktor-faktor gaya hidup. Selain itu, studi ini juga dapat mengeksplorasi hubungan antara angiodysplasia dengan penyakit-penyakit lain yang mungkin terkait, seperti penyakit jantung atau gangguan pembuluh darah. Dengan memahami faktor-faktor risiko dan penyebab angiodysplasia secara lebih mendalam, kita dapat mengembangkan strategi pencegahan dan penatalaksanaan yang lebih efektif. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada pengembangan metode diagnostik yang lebih akurat dan sensitif untuk mendeteksi angiodysplasia pada tahap awal. Hal ini dapat membantu dalam penanganan lebih dini dan mengurangi risiko komplikasi. Terakhir, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi terapi-terapi baru yang lebih efektif dalam mengendalikan perdarahan dan mencegah kekambuhan angiodysplasia. Studi ini dapat mencakup uji klinis terhadap obat-obatan baru atau terapi inovatif, seperti terapi sel punca atau terapi gen. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas penatalaksanaan angiodysplasia dan mengurangi beban penyakit ini pada masyarakat.

Read online
File size331.58 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test