YARSIYARSI

Jurnal Kedokteran YARSIJurnal Kedokteran YARSI

Pitiriasis versikolor adalah infeksi jamur superfisial ditandai dengan adanya makula di kulit, skuama halus disertai rasa gatal disebabkan oleh jamur lipofilik dimorfik dari flora normal kulit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan penatalaksanaan penderita Pitiriasis versikolor di RSUP Fatmawati Tahun 2015-2017. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif berdasarkan data rekam medis dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 178 kasus pitiriasis versikolor terbanyak adalah laki-laki 110 pasien (61,8%), berusia 25-44 tahun 59 pasien (33,1%), pekerjaan yang terbanyak yaitu pelajar/mahasiswa 70 pasien (39,3%), warna lesi terbanyak hipopigmentasi 140 pasien (78,7%), lokasi lesi terbanyak di badan 63 pasien (35,4%), terjadi pada musim panas 107 pasien (60,1%), dan kepatuhan pengobatan diterima pada 151 pasien (84,8%). Penatalaksanaan terbanyak diberikan obat topikal dan oral 115 pasien (64,6%). Kesimpulan penelitian ini adalah pasien yang berobat ke RSUP Fatmawati Tahun 2015-2017 mempunyai karakteristik beraneka ragam dari umur, jenis kelamin, pekerjaan, warna lesi, lokasi lesi, musim, patuh terhadap pengobatan, dan diberikan terapi kombinasi karena lesinya luas.

Dapat diketahui angka kejadian penderita Pitiriasis versikolor di RSUP Fatmawati Tahun 2015-2017 sebanyak 178 kasus sebesar (100,0%) yang terdiagnosa pitiriasis versi-kolor, yang ditemukan umur terbanyak yaitu umur kisaran 25-44 tahun sebanyak 59 orang (33,1%), lebih banyak ditemukan pada laki-laki sebanyak 110 orang (61,8%) dibandingkan perempuan, pelajar/mahasiswa adalah kelompok pekerjaan yang paling banyak menderita pititiriasis versikolor, warna lesi yang paling banyak ditemukan adalah lesi hipopigmentasi sebanyak 140 orang (78,7%), lokasi lesi terbanyak ditemukan di badan sebanyak 63 orang (35,4%), penderita pitiriasis versikolor paling banyak terjadi pada musim panas sebanyak 107 orang (60,1%), dan banyak pasien yang patuh dalam pengobatan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan pasien, seperti edukasi kesehatan, akses terhadap layanan kesehatan, dan dukungan sosial; (2) Mengeksplorasi strategi-strategi penatalaksanaan alternatif, seperti terapi non-farmakologis atau terapi kombinasi yang lebih efektif; (3) Meneliti lebih mendalam tentang prevalensi dan karakteristik pitiriasis versikolor di berbagai daerah di Indonesia, termasuk faktor-faktor lingkungan dan perilaku yang mungkin berkontribusi terhadap penyakit ini.

Read online
File size433.94 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test