UNIKSUNIKS

JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)

Gulma didefinisikan sebagai tumbuhan yang memiliki potensi mengganggu atau merugikan kepentingan manusia, sehingga manusia mengembangkan metode untuk mengendalikan perkembangbiakannya. Gulma di perkebunan kelapa sawit menunjukkan keragaman yang signifikan, mencakup rumput, rumput-rumputan, dan tumbuhan berkayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman spesies gulma yang ada di perkebunan kelapa sawit rakyat yang sudah dewasa di Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode sampling acak yang diusulkan. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung, yang mencakup informasi seperti usia tanaman dan jenis herbisida dan pupuk yang digunakan. Vegetasi gulma dianalisis menggunakan metode kuadran pada setiap plot lahan. Plot pengamatan berukuran 10 m x 10 m, dengan 25 plot di setiap kebun. Gulma diidentifikasi di setiap titik pengamatan melalui pemeriksaan visual karakteristik morfologisnya, yang kemudian dicocokkan dengan yang dijelaskan dalam literatur yang relevan. Pengamatan kondisi perkebunan menunjukkan bahwa usia kelapa sawit yang dominan adalah 5-7 tahun, dengan jarak tanam 8x9 meter. Jenis tanah yang diamati di setiap area perkebunan termasuk pasir hitam, pasir putih, dan tanah berbatu, dengan pasir hitam sebagai jenis tanah dominan. Petani menggunakan teknik pengendalian mekanis dan kimia. Frekuensi pengendalian dilakukan sekali setiap tiga bulan. Total 14, 12, dan 9 spesies gulma diidentifikasi di Kecamatan Kuantan Tengah, Inuman, dan Sintajo Raya, masing-masing. Hasil pengamatan jenis gulma yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit rakyat pada tanaman produktif menunjukkan adanya lima jenis gulma daun sempit, sepuluh jenis gulma daun lebar, dan empat jenis gulma paku.

Hasil pengamatan kondisi perkebunan menunjukkan bahwa mayoritas tanaman kelapa sawit berusia antara 5 dan 7 tahun, dengan jarak tanam 8x9 meter.Jenis tanah yang diamati di setiap area perkebunan termasuk pasir hitam, pasir putih, dan tanah berbatu dengan komposisi pasir hitam yang dominan.Pengendalian gulma dilakukan oleh petani melalui penggunaan teknik pengendalian mekanis dan kimia.Total 14, 12, dan 9 spesies gulma diidentifikasi di perkebunan kelapa sawit rakyat di Kecamatan Kuantan Tengah, Inuman, dan Sintajo Raya, masing-masing.Hasil pengamatan jenis gulma yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit rakyat menunjukkan adanya lima jenis gulma daun sempit, sepuluh jenis gulma daun lebar, dan empat jenis gulma paku.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih mendalam tentang dampak gulma terhadap produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan strategi pengendalian gulma yang efektif dan ramah lingkungan, serta mengeksplorasi potensi gulma sebagai biopestisida di perkebunan kelapa sawit. Penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis hubungan antara jenis tanah dan jenis gulma yang dominan, serta mengidentifikasi gulma yang memiliki potensi sebagai sumber nutrisi tambahan bagi tanaman kelapa sawit. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat di daerah tersebut.

  1. The Diversity of Oil Palm Weeds Results in The People's Oil Palm Plantations in Kuantan Singingi... doi.org/10.36378/juatika.v6i3.3810The Diversity of Oil Palm Weeds Results in The Peoples Oil Palm Plantations in Kuantan Singingi doi 10 36378 juatika v6i3 3810
Read online
File size443.94 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test