UPBUPB

Dianmas Bhakti: Jurnal Pengabdian pada MasyarakatDianmas Bhakti: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat

Edamame (Glycine max (L.) Merr.) merupakan tanaman kedelai sayur yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar yang signifikan. Kelompok Tani Maju Rajati di Desa Rasau Jaya Tiga, Kabupaten Kubu Raya menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan produksi edamame akibat kondisi tanah yang kurang subur dan terbatasnya pengetahuan tentang pemanfaatan arang hayati. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya edamame menggunakan arang hayati sebagai pembenah tanah. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi pembuatan arang hayati dari bahan baku biomassa lokal, dan praktik langsung aplikasi arang hayati pada lahan edamame. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan (September–November 2025) dengan melibatkan sekitar 30 orang anggota aktif kelompok tani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang jauh lebih baik mengenai manfaat arang hayati dalam memperbaiki struktur dan kesuburan tanah, serta teknik budidaya edamame yang tepat. Respons positif peserta dan keinginan mereka untuk mengadopsi teknologi ini pada musim tanam berikutnya mencerminkan efektivitas kegiatan transfer pengetahuan ini. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Kegiatan sosialisasi budidaya edamame menggunakan arang hayati di Kelompok Tani Maju Rajati telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan teknologi pertanian yang ramah lingkungan.Teknologi arang hayati terbukti relevan dan aplikatif karena bahan bakunya melimpah, proses pembuatannya sederhana, serta biayanya terjangkau.Diperlukan pendampingan lanjutan dan kajian lebih mendalam mengenai dosis optimal, jenis bahan baku terbaik, serta analisis ekonomi jangka panjang terhadap produktivitas dan pendapatan petani.

Pertama, perlu dikaji efektivitas berbagai jenis bahan baku lokal seperti sekam padi, tempurung kelapa, dan serbuk gergaji dalam pembuatan arang hayati terhadap pertumbuhan dan hasil edamame, untuk menentukan formulasi terbaik yang sesuai kondisi tanah di Desa Rasau Jaya Tiga. Kedua, penting untuk meneliti kombinasi aplikasi arang hayati dengan pupuk organik dan inokulan Rhizobium dalam sistem budidaya edamame, guna memahami sinergi mereka dalam meningkatkan fiksasi nitrogen dan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Ketiga, diperlukan studi longitudinal untuk menganalisis dampak jangka panjang penggunaan arang hayati terhadap produktivitas, kelayakan ekonomi, dan kesejahteraan petani, termasuk perbandingan antara petani yang mengadopsi teknologi dengan yang tidak, agar dapat dikembangkan model penerapan yang berkelanjutan dan skalabel. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan kegiatan sosialisasi dan memperkuat dasar ilmiah penerapan arang hayati di tingkat komunitas pertanian. Kombinasi pendekatan agronomis dan ekonomi seperti ini dapat membantu petani membuat keputusan berbasis data dan mendukung kebijakan penyuluhan pertanian yang lebih efektif. Fokus pada aspek lokal dan keterjangkauan akan memastikan bahwa inovasi tetap inklusif dan berkelanjutan.

Read online
File size647.14 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test