UNISMAUNISMA

JU-ke (Jurnal Ketahanan Pangan)JU-ke (Jurnal Ketahanan Pangan)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis margin pemasaran jagung pada setiap saluran distribusi yang memasok PT. CMK di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sistem pemasaran dalam agribisnis jagung, karena perbedaan struktur saluran pemasaran berpengaruh terhadap pembentukan biaya, margin, keuntungan, dan distribusi harga yang diterima oleh setiap pelaku pemasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis margin pemasaran, margin share, distribusi margin, farmers share, dan R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran pemasaran jagung, yaitu: Saluran I (Petani → PT. CMK → Konsumen), Saluran II (Petani → PT. CMK → Pengecer → Konsumen), dan Saluran III (Petani → Tengkulak → PT. CMK → Pedagang Besar → Pengecer → Konsumen). Pada Saluran I, PT. CMK memperoleh margin pemasaran sebesar Rp1.500/kg dengan keuntungan Rp677/kg. Pada Saluran II, PT. CMK memperoleh margin sebesar Rp1.500/kg dengan keuntungan Rp678/kg, sedangkan pengecer memperoleh margin Rp800/kg dengan keuntungan Rp591/kg. Pada Saluran III, tengkulak memperoleh margin Rp800/kg dengan keuntungan Rp299/kg, PT. CMK memperoleh margin Rp1.000/kg dengan keuntungan Rp565/kg, pedagang besar memperoleh margin Rp475/kg dengan keuntungan Rp244/kg, dan pengecer memperoleh margin Rp625/kg dengan keuntungan Rp437/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin panjang saluran pemasaran, maka semakin besar akumulasi biaya pemasaran dan margin yang terbentuk pada setiap lembaga pemasaran, sehingga harga jual jagung pada tingkat konsumen akhir menjadi lebih tinggi.

Berdasarkan tujuan penelitian untuk menganalisis besarnya margin pemasaran pada setiap saluran pemasaran jagung, hasil penelitian menunjukkan bahwa margin pemasaran yang terbentuk berbeda pada setiap saluran sesuai dengan jumlah lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses distribusi.Pada Saluran Pemasaran I, margin pemasaran hanya diterima oleh PT.500/kg karena petani menjual jagung langsung kepada perusahaan tanpa melalui perantara.Pada Saluran Pemasaran II, margin pemasaran terbagi antara PT.500/kg dan pengecer sebesar Rp800/kg, sehingga total margin pemasaran menjadi Rp2.Sementara itu, pada Saluran Pemasaran III, margin pemasaran menjadi paling besar karena melibatkan lebih banyak lembaga pemasaran, yaitu tengkulak sebesar Rp800/kg, PT.000/kg, pedagang besar sebesar Rp475/kg, dan pengecer sebesar Rp625/kg, sehingga total margin pemasaran mencapai Rp2.Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin panjang saluran pemasaran maka semakin besar margin pemasaran yang terbentuk, sehingga harga jagung pada tingkat konsumen menjadi lebih tinggi.Oleh karena itu, penggunaan saluran pemasaran yang lebih pendek perlu dioptimalkan agar biaya pemasaran dapat ditekan dan distribusi harga yang diterima petani menjadi lebih baik.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi panjang pendeknya saluran pemasaran jagung dan dampaknya terhadap margin pemasaran, (2) Mengkaji strategi optimalisasi saluran pemasaran yang lebih pendek untuk mengurangi biaya pemasaran dan meningkatkan distribusi harga yang diterima petani, serta (3) Meneliti dampak penggunaan teknologi dan inovasi dalam saluran pemasaran terhadap efisiensi dan margin pemasaran jagung.

Read online
File size451.97 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test