SARI MUTIARASARI MUTIARA
JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKATJURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKATLatar belakang: Bells palsy yaitu suatu kelumpuhan saraf facialis perifer yang muncul dengan tiba-tiba, biasanya bersifat unilateral yang menyerang pada Nervus fascialis (N.VII). Prevalensi bells palsy berkisar 22,4 hingga 22,8 kasus per 100.000 orang setiap tahunnya. Tujuan: mendeskripsikan penatalaksanaan dan hasil fisioterapi menggunakan Infrared (IR), TENS, dan terapi latihan pada pasien Bells Palsy di Poli Instalasi Rehab Medik Rumkit Tk. II dr. Soedjono Magelang. Metode: metode studi kasus tunggal dengan pengumpulan data melalui anamnesis, asesmen, dan manajemen fisioterapi. Intervensi yang diberikan berupa Infrared (IR), TENS, dan terapi latihan mirror exercise.
Berdasarkan hasil penatalaksanaan fisioterapi pada pasien dengan diagnosis Bells palsy sinistra yang menjalani enam kali sesi intervensi fisioterapi di Rumkit Tk II dr.Soedjono Magelang, dapat disimpulkan bahwa pemberian modalitas Infrared, TENS, dan terapi latihan berupa mirror exercise memberikan peningkatan terhadap kemampuan fungsional wajah serta kekuatan otot wajah pasien.Pemberian intervensi fisioterapi tersebut berperan dalam membantu memperbaiki kemampuan gerak wajah, meningkatkan kesimetrisan ekspresi wajah, serta mendukung proses pemulihan neuromuskular pada sisi wajah yang mengalami kelemahan.
Saran penelitian lanjutan yang baru adalah: . . 1. Mengembangkan penelitian dengan menggunakan jumlah subjek yang lebih besar dan durasi intervensi yang lebih panjang untuk mengetahui efektivitas modalitas fisioterapi secara lebih mendalam terhadap pemulihan fungsi wajah pada pasien Bells palsy.. . 2. Meneliti dan mengevaluasi efektivitas pemberian home program berupa latihan wajah mandiri secara rutin untuk mendukung keberlanjutan proses rehabilitasi dan mempertahankan hasil terapi yang telah dicapai.. . 3. Menganalisis dan membandingkan hasil intervensi fisioterapi pada pasien Bells palsy dengan berbagai kombinasi modalitas dan teknik terapi yang berbeda, untuk menentukan pendekatan fisioterapi yang paling efektif dalam meningkatkan fungsi gerak wajah dan kekuatan otot wajah pada fase pemulihan.
| File size | 455.75 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Edukasi yang disampaikan secara verbal sering belum cukup membantu pasien memahami dan menerima proses tindakan medis yang kompleks. Penelitian ini bertujuanEdukasi yang disampaikan secara verbal sering belum cukup membantu pasien memahami dan menerima proses tindakan medis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan
SARI MUTIARASARI MUTIARA Prevalensi penderita 16,6% orang berumur mengalami ketidaknyamanan di leher pertahun, dengan sebagian besar kasus terjadi pada wanita. Disimpulkan bawaPrevalensi penderita 16,6% orang berumur mengalami ketidaknyamanan di leher pertahun, dengan sebagian besar kasus terjadi pada wanita. Disimpulkan bawa
SARI MUTIARASARI MUTIARA Abstrak: Info Artikel Riwayat Artikel: Latar belakang: Pasca rekonstruksi PCL merupakan rehabilitatif pascaoperasi pada cedera PCL yang bertujuan mengembalikanAbstrak: Info Artikel Riwayat Artikel: Latar belakang: Pasca rekonstruksi PCL merupakan rehabilitatif pascaoperasi pada cedera PCL yang bertujuan mengembalikan
SARI MUTIARASARI MUTIARA Sesuai Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, tercatat sekitar 4. 485.513 kasus diare pada semua kelompok usia, dengan tingkat cakupan pelayanan mencapaiSesuai Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, tercatat sekitar 4. 485.513 kasus diare pada semua kelompok usia, dengan tingkat cakupan pelayanan mencapai
SARI MUTIARASARI MUTIARA Manajemen awal meliputi analgesia adekuat, drainase torakostomi bila diperlukan, dan stabilisasi tulang rusuk yang semakin penting, tetapi belum ada konsensusManajemen awal meliputi analgesia adekuat, drainase torakostomi bila diperlukan, dan stabilisasi tulang rusuk yang semakin penting, tetapi belum ada konsensus
SARI MUTIARASARI MUTIARA Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan model intervensi partisipatif dan memiliki implikasi penting bagi pengabdian kepada masyarakat,Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan model intervensi partisipatif dan memiliki implikasi penting bagi pengabdian kepada masyarakat,
SARI MUTIARASARI MUTIARA Tujuan: Mengetahui hubungan antara postur kerja dan durasi kerja dengan kejadian MSDs. Metode: Penelitian kuantitatif cross‑sectional, total samplingTujuan: Mengetahui hubungan antara postur kerja dan durasi kerja dengan kejadian MSDs. Metode: Penelitian kuantitatif cross‑sectional, total sampling
STIKESKESDAM4DIPSTIKESKESDAM4DIP Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bells palsy adalah lesi pada nervus VII (nervus facialis) perifer yang mengakibatkan kelumpuhan otot-otot wajah secaraPenelitian ini menyimpulkan bahwa Bells palsy adalah lesi pada nervus VII (nervus facialis) perifer yang mengakibatkan kelumpuhan otot-otot wajah secara
Useful /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Penelitian ini bertujuan mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada post imunobnisasi gips akibat fraktur supracondylar humeri sinistra dengan menggunakanPenelitian ini bertujuan mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada post imunobnisasi gips akibat fraktur supracondylar humeri sinistra dengan menggunakan
SARI MUTIARASARI MUTIARA Ketidakseimbangan ini berdampak pada akses, mutu layanan, dan keadilan kesehatan. Tujuan: mengkaji tantangan, faktor penentu, dan strategi pemerataan dalamKetidakseimbangan ini berdampak pada akses, mutu layanan, dan keadilan kesehatan. Tujuan: mengkaji tantangan, faktor penentu, dan strategi pemerataan dalam
IAIC PUBLISHERIAIC PUBLISHER Penguatan niat kewirausahaan (EI) pada apoteker profesional menjadi strategi penting untuk mempercepat pertumbuhan kewirausahaan sektor farmasi Indonesia,Penguatan niat kewirausahaan (EI) pada apoteker profesional menjadi strategi penting untuk mempercepat pertumbuhan kewirausahaan sektor farmasi Indonesia,
LPPM UNASMANLPPM UNASMAN Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dengan rata-rata nilai peserta meningkat dari 56,3 menjadi 91,3. Peningkatan juga terlihat pada tiap butirHasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dengan rata-rata nilai peserta meningkat dari 56,3 menjadi 91,3. Peningkatan juga terlihat pada tiap butir