UIJUIJ

Al-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran DasarAl-Ashr : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar

Artikel ini meneliti perkembangan madrasah diniyah sebagai sekolah pondok pesantren menuju Pendidikan Dasar Formal serta jenjang Wustho dan Ulya (PDF). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui metode perpustakaan, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah diniyah merupakan bentuk madrasah yang hanya mengajarkan ilmu keagamaan (diniyah) dan berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama bagi siswa sekolah umum. Namun, dalam perkembangannya madrasah diniyah telah diakui sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, sebagaimana tercantum dalam Undang‑Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama, serta Keputusan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2014 yang menegaskan kedudukan Pendidikan Pondok Pesantren Formal (PDF Ulya, Wustho, Mahad Aly) setara dengan pendidikan dasar formal lainnya. Keputusan Menteri Agama tersebut menjadi titik awal bagi madrasah diniyah untuk dapat berkembang secara optimal.

Pada tahun 2014, Menteri Agama mengeluarkan PMA tentang Pendidikan Agama Islam yang mencakup Madrasah Ibtidaiyah (Pendidikan Dasar), Ustha, Ulya PDF, sebagaimana tercantum dalam PMA Nomor 13 Tahun 2014 yang merupakan turunan dari PP Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan merupakan implementasi Undang‑Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Sebagai pendidikan formal atau Pendidikan Dasar Formal dan Wustho, Ulya (PDF) memiliki sejumlah ketentuan yang diatur dalam PMA No.13 Tahun 2014, antara lain (1) Kriteria Pendirian PDF, (2) Persyaratan pendirian unit PDF, (3) Tingkatan pendidikan, (4) Kurikulum PDF, (5) Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, (6) Mahasiswa, (7) Sarana dan prasarana, (8) Manajemen pendidikan, (9) Kalender pendidikan yang mencakup jadwal belajar, ujian, kegiatan ekstrakurikuler, dan libur, (10) Sistem pembiayaan, serta (11) Penilaian dan kelulusan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara empiris bagaimana implementasi kurikulum PDF memengaruhi prestasi akademik dan kompetensi keagamaan siswa dibandingkan dengan siswa di sekolah umum, dengan menggunakan desain studi komparatif longitudinal. Selanjutnya, perlu dilakukan studi komparatif antara berbagai model pendanaan PDF—misalnya dukungan APBN/APBD, beasiswa, dan sumbangan swasta—untuk menilai keberlanjutan finansial dan dampaknya terhadap kualitas fasilitas serta kesejahteraan tenaga pendidik. Terakhir, sebuah penelitian eksploratif dapat meneliti peran kepemimpinan pesantren dalam mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan standar pendidikan nasional, serta bagaimana mekanisme partisipasi masyarakat dapat memperkuat akreditasi dan akseptabilitas PDF di tingkat regional.

  1. The Concept of Tasamuh Culture in the Implementation of Multicultural Society Behavior | Pendidikan Multikultural.... doi.org/10.33474/multikultural.v7i1.20028The Concept of Tasamuh Culture in the Implementation of Multicultural Society Behavior Pendidikan Multikultural doi 10 33474 multikultural v7i1 20028
  2. Kurikulum Pendidikan Pesantren: Mengurai Pembentukan Karakter Nasionalisme Santri | Halid | TARLIM :... jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/TARLIM/article/view/2605Kurikulum Pendidikan Pesantren Mengurai Pembentukan Karakter Nasionalisme Santri Halid TARLIM jurnal unmuhjember ac index php TARLIM article view 2605
  3. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Penggunaan Media English Vocabulary Card | Auladuna: Jurnal Prodi... ejournal.uas.ac.id/index.php/auladuna/article/view/577Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Penggunaan Media English Vocabulary Card Auladuna Jurnal Prodi ejournal uas ac index php auladuna article view 577
Read online
File size723.82 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test