UTUUTU
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan TeknologiJurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan TeknologiPenelitian ini dilatarbelakangi oleh persepsi masyarakat bahwa mengganti camshaft dapat meningkatkan torsi dan daya kendaraan. Hal ini didukung oleh pendapat mekanik sepeda motor bahwa performa mesin dapat ditingkatkan dengan memodifikasi komponen, termasuk camshaft. Namun, kondisi tersebut belum dibuktikan dengan menggunakan alat uji standar. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penggunaan camshaft racing terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi penggunaan camshaft, yaitu camshaft rasing dan standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh variasi camshaft terhadap konsumsi bahan bakar spesifik pada kendaraan uji, di mana konsumsi bahan bakar camshaft standar lebih besar dibandingkan camshaft racing pada putaran rendah. Sementara pada putaran tinggi, konsumsi bahan bakar camshaft racing lebih besar dibandingkan camshaft standar. Camshaft standar menghasilkan emisi gas buang lebih rendah dibandingkan camshaft racing, di mana emisi gas buang camshaft standar untuk CO adalah 0,03% dan HC adalah 27 ppm, sementara camshaft racing menghasilkan emisi gas buang CO 0,13% dan HC 236 ppm.
Dari hasil analisa data penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan camshaft racing pada sepeda motor membuat konsumsi bahan bakar spesifik jauh lebih besar dibandingkan camshaft standar, kecuali pada putaran mesin 1750 rpm.Pada putaran 1750 rpm, konsumsi bahan bakar spesifik camshaft standar lebih besar, yaitu sebesar 0,165 kg/kWh, dibandingkan camshaft racing 0,092 kg/kWh.Pada putaran 2500 rpm, konsumsi bahan bakar spesifik camshaft standar menurun drastis menjadi 0,062 kg/kWh, dan camshaft racing menjadi 0,070 kg/kWh.Pada putaran 4500 rpm, terjadi peningkatan pada camshaft racing yaitu sebesar 0,091 kg/kWh, dan camshaft standar terjadi penurunan konsumsi bahan bakar spesifik menjadi 0,061 kg/kWh.Terakhir pada putaran mesin 6500 rpm, camshaft racing memiliki konsumsi bahan bakar spesifik yang lebih besar, yaitu 0,186 kg/kWh, dan camshaft standar menjadi 0,135 kg/kWh.Selain itu, penggunaan camshaft racing menghasilkan emisi gas buang yang lebih tinggi dibandingkan camshaft standar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi gas buang camshaft standar untuk CO adalah 0,03% dan HC 27 ppm, sedangkan camshaft racing menghasilkan emisi gas buang CO 0,13% dan HC 236 ppm.
Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Melakukan penelitian pada putaran mesin yang lebih tinggi untuk melihat pengaruh camshaft racing pada performa mesin secara keseluruhan. 2. Melakukan penelitian yang lebih komprehensif mengenai emisi gas buang, tidak hanya terbatas pada CO dan HC, tetapi juga menyelidiki emisi lainnya seperti NOx dan partikel. 3. Menganalisis pengaruh variasi durasi dan overlap camshaft racing terhadap performa mesin dan emisi gas buang, serta membandingkan hasilnya dengan camshaft standar. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak penggunaan camshaft racing pada motor 4 tak.
| File size | 804.95 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
KIPMIKIPMI Penilaian ini akan membuka jalan untuk pekerjaan masa depan di bidang penelitian ini dengan memberikan informasi vital tentang karakteristik dan penggunaanPenilaian ini akan membuka jalan untuk pekerjaan masa depan di bidang penelitian ini dengan memberikan informasi vital tentang karakteristik dan penggunaan
UGMUGM Untuk mengurangi dampaknya, diperlukan tindakan mendesak guna memotong emisi gas rumah kaca di semua sektor, dengan menghindari setiap kilogram tambahanUntuk mengurangi dampaknya, diperlukan tindakan mendesak guna memotong emisi gas rumah kaca di semua sektor, dengan menghindari setiap kilogram tambahan
POLSRIPOLSRI Pengujian mencapai suhu 100°C untuk mengkonversi santan kelapa menjadi minyak goreng dan solar. Solar dari hasil santan kelapa dapat dikategorikan mendekatiPengujian mencapai suhu 100°C untuk mengkonversi santan kelapa menjadi minyak goreng dan solar. Solar dari hasil santan kelapa dapat dikategorikan mendekati
UNIVAUNIVA Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non Faktorial dengan dua ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (1 kg tanah ultisol 500 gram kompos),Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non Faktorial dengan dua ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (1 kg tanah ultisol 500 gram kompos),
UNIVAUNIVA Untuk mempertahankan agar pemanasan dan pendinginan air terkendali sesuai yang diharapkan dibutuhkan mendeteksi suhu sistem fisik dan melakukan tindakanUntuk mempertahankan agar pemanasan dan pendinginan air terkendali sesuai yang diharapkan dibutuhkan mendeteksi suhu sistem fisik dan melakukan tindakan
UTUUTU Hal ini dikarenakan pada cooling tower dengan penampang sekat 35 lubang menyebabkan butiran air yang melewati sekat terpecah menjadi semakin banyak sehinggaHal ini dikarenakan pada cooling tower dengan penampang sekat 35 lubang menyebabkan butiran air yang melewati sekat terpecah menjadi semakin banyak sehingga
UTUUTU Fujisei Metal Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk evaporator. Pada prosesnya mesin inflassion pada lini rollbound seringFujisei Metal Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk evaporator. Pada prosesnya mesin inflassion pada lini rollbound sering
UTUUTU Untuk personil dengan kompetensi di atas 82% diutamakan untuk melakukan kegiatan onsite. Dampak yang dihasilkan setelah adanya rearrangement ini adalahUntuk personil dengan kompetensi di atas 82% diutamakan untuk melakukan kegiatan onsite. Dampak yang dihasilkan setelah adanya rearrangement ini adalah
Useful /
UPPUPP Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan lebih lanjut dari hasil pelatihan ini. Pelatihan pembuatan gula semutKolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan lebih lanjut dari hasil pelatihan ini. Pelatihan pembuatan gula semut
POLSRIPOLSRI Kajian ini bertujuan menghitung nilai pokok produksi yang tepat menerapkan pendekatan Activity Based Costing (ABC) serta memperoleh laba maksimal untukKajian ini bertujuan menghitung nilai pokok produksi yang tepat menerapkan pendekatan Activity Based Costing (ABC) serta memperoleh laba maksimal untuk
POLSRIPOLSRI Penelitian Rasio tempurung kelapa (TK) dan daun serai (DS) 4:1 dengan penambahan biji jarak pagar (BJ) 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% dari berat total campuranPenelitian Rasio tempurung kelapa (TK) dan daun serai (DS) 4:1 dengan penambahan biji jarak pagar (BJ) 10%, 20%, 30%, 40% dan 50% dari berat total campuran
BIARJOURNALBIARJOURNAL Studi ini mengeksplorasi lahirnya Angkatan Bersenjata Nigeria, aktivitas dalam konteks kebijakan dan preferensi platform dalam taktik, strategi, dan doktrin.Studi ini mengeksplorasi lahirnya Angkatan Bersenjata Nigeria, aktivitas dalam konteks kebijakan dan preferensi platform dalam taktik, strategi, dan doktrin.