UNJUNJ

Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan SeniProsiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni

Artikel ini membahas ekolologi sosiokultural sebagai bagian penting dalam pendidikan bahasa. Wacana merupakan fokus pembelajaran bahasa Indonesia. Visi diferensiasi memiliki dua sisi makna: upaya memenuhi unsur kontekstual pembelajaran, memenuhi kebutuhan peserta didik dalam belajar. Sebagai bagian konteks lingkungan, pertanian industrial merupakan aspek strategis pembelajaran. Posisi ekologi sosiokultural dalam artikel ini digunakan untuk mendeskripsikan subtansi yang perlu dikembangankan dalam pembelajaran wacana. Ekologi sosiokultural dipandang sebagai pendekatan yang menyelidiki hubungan bahasa dengan lingkungan sosial dan budaya. Ekologi sosiokultural bahasa melihat interaksi manusia dan bahasa yang keduanya dibentuk oleh struktur sosial dan kemasyarakatan yang lebih besar mencakup institusi, proses ekonomi, dan sumber daya sosiokultural. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif; pemerolehan data dengan observsi dan studi pustaka dengan penerapan analisis logis untuk menyusun paparan secara sistematis terkait praktik konteks lingkungan pertanian industrial. Analisis tersebut digunakan untuk mendeskripsikan penerapan model ekologi perkembangan Bronfenbrenner yang terdiri atas aspek mikrosistem, mesosistem, eksosistem, dan makrosistem. Keempat aspek tersebut merupakan alternatif upaya pencapaian diferensiasi dalam pendidikan.

Perkembangan ekologis adalah periode perkembangan yang terdiri atas mikrosistem berkaitan dengan perkembangan peserta didik pada lingkup keluarga dan hal-hal yang secara intim melekat pada dirinya, mesosistem adalah gabungan individu yang memiliki mikrosistem yang berbeda-beda, eksosistem adalah periode saat peserta didik berinteraksi dengan hal di luar dirinya, misalnya kultur yang dimiliki orang tua atau teman di lingkungan orang tua atau teman mereka, misalnya lingkungan kerja orang tua memengaruhi orang tua dan hal tersebut berdampak tidak langsung dan cepat pada peserta didik.Makrosistem adalah periode yang mengkafer semua unsur termasuk lanskap lingkungan sosial, budaya.Penerapan pada konteks pertanian industrial dapat dilakukan dengan memanfaatkan konteks wacana pertanian industrial sebagai bagian lanskap makrosistem dalam periode perkembangan.Konsep dari makrosistem dengan lanskap pertanian indutrial adalah pemeranan segala hal yang berkaitan dengan pertanian industrial untuk mengembangkan kepekaan pada lingkungan.Dalam pendidikan, makrosistem bukan hanya sebagai periode, tetapi juga bagian dari aspek pedagogi yang dapat diintegrasikan dengan konteks lingkungan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, bagaimana penerapan model ekologi perkembangan Bronfenbrenner dalam pembelajaran wacana dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang aspek sosial dan sosietal dalam konteks pertanian industrial. Kedua, bagaimana pendekatan ekologi dalam pembelajaran wacana dapat membantu peserta didik mengembangkan kreativitas dan kompetensi bahasa mereka dalam berbagai genre tuturan, terutama dalam konteks masyarakat digital. Ketiga, bagaimana aspek sosiokultur dalam pembelajaran wacana dapat diintegrasikan dengan konteks pertanian industrial untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang nilai-nilai positif lokalitas dan perkembangan bahasa mereka. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model pembelajaran wacana yang inovatif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik dalam memahami dan menggunakan bahasa secara efektif dalam berbagai konteks sosial dan sosietal.

Read online
File size505.95 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test