UNMUHUNMUH

JIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja NyataJIWAKERTA: Jurnal Ilmiah Wawasan Kuliah Kerja Nyata

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat Ranting Muhammadiyah Pontang melalui budidaya kelinci sistem kandang ranch semi baterai serta pemanfaatan limbah kelinci pada pertanian. Pelatihan berupa penyuluhan dan pelatihan teknis mengenai sistem perkandangan, budidaya, serta penggunaan kotoran kelinci sebagai pupuk organik. Hasilnya, peserta memperoleh pengetahuan tentang sistem perkandangan ideal, manajemen pemasaran, serta pemanfaatan limbah kelinci sebagai sumber nutrisi tanaman. Masyarakat dapat mengimplementasikan praktik budidaya kelinci dan pengolahan limbah, sekaligus menciptakan peluang usaha produk anakan kelinci, daging kelinci, dan produk olahan berbasis daging kelinci.

Masyarakat Ranting Muhammadiyah Pontang sangat antusias terhadap program pengabdian masyarakat, memperoleh pengetahuan tambahan tentang budidaya kelinci, dan berencana mengembangkan usaha intensif.Kerjasama antara kampus dan masyarakat terbukti baik, meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam penyuluhan dan komunikasi.Program ini berhasil menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat dan mempromosikan pemanfaatan limbah kelinci sebagai pupuk organik.

Pertama, penelitian lebih lanjut dapat meneliti efektivitas penggunaan limbah kelinci sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman untuk menentukan dosis optimal dan dampaknya terhadap produktivitas. Kedua, studi longitudinal diperlukan untuk menilai keberlanjutan usaha budidaya kelinci, termasuk analisis pasar produk daging dan anakan serta strategi pemasaran jangka panjang. Ketiga, pengembangan model pelatihan berbasis komunitas yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat dapat diexplore untuk meningkatkan transfer pengetahuan dan memfasilitasi pembentukan koperasi usaha kelinci yang terstruktur.

Read online
File size343.11 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test