IPMIIPMI

Journal of Sustainable Community Development (JSCD)Journal of Sustainable Community Development (JSCD)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG), atau Free Nutritious Meals (FNM), yang diperkenalkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2025, merupakan inisiatif kesejahteraan publik terbesar di Indonesia yang bertujuan memberikan makanan bergizi gratis kepada sekitar 82‑83 juta orang, antara lain anak usia sekolah, ibu hamil, dan menyusui. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif untuk meninjau MBG sebagai masalah operasional dan manajemen sektor publik, melalui analisis dokumen kebijakan, catatan program, dan praktik pengelolaan rantai pasok internasional. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun program memiliki potensi besar untuk meningkatkan nutrisi nasional dan memperkuat ekonomi lokal, pelaksanaannya masih terhambat oleh risiko sistemik seperti keamanan pangan buruk, ketidakefisienan, kerusakan tata kelola, dan hambatan distribusi anggaran di seluruh kepulauan Indonesia. Untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang, disarankan agar MBG beralih dari cakupan universal sepenuhnya ke alokasi fiskal semi‑terarah, membangun tata kelola multi‑lapisan, serta menerapkan pemantauan digital terintegrasi.

Program MBG memiliki potensi besar untuk mengurangi malnutrisi dan stunting serta mendorong pembangunan manusia, namun keberhasilannya sangat tergantung pada kualitas tata kelola, koordinasi institusional, dan ketahanan rantai pasok.Cakupan universal menyebabkan inefisiensi fiskal dan distribusi tidak merata, sehingga perlu penerapan model semi‑terarah.Penerapan standar terpusat dengan pelaksanaan terdesentralisasi serta pemantauan digital akan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan adaptabilitas program.

Untuk memperkuat efektivitas MBG, penelitian lanjutan dapat memfokuskan (1) bagaimana mekanisme regulasi adaptif yang menggabungkan peraturan nasional dan kebijakan daerah dapat mengurangi ketidakefisienan fiskal dalam program semi‑terarah, (2) strategi integrasi teknologi digital—termasuk sistem pelacakan berbasis AI dan dashboard publik—yang memfasilitasi transparansi real‑time dalam rantai pasok makanan, dan (3) model pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi para pengelola sekolah dan tenaga kerja lapangan agar dapat mengimplementasikan standar nutrisi dan keamanan pangan sesuai pedoman nasional. Penelitian tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih terukur dan dapat diadopsi di tingkat provinsi maupun kabupaten, sehingga MBG tidak hanya berfungsi sebagai program distribusi makanan, melainkan sebagai sistem tata kelola publik terintegrasi yang berkelanjutan.

  1. A Policy Implementation Review of the Free Nutritious Meal (MBG) Program | The Journal of Indonesia Sustainable... journal.pusbindiklatren.bappenas.go.id/lib/jisdep/article/view/798A Policy Implementation Review of the Free Nutritious Meal MBG Program The Journal of Indonesia Sustainable journal pusbindiklatren bappenas go lib jisdep article view 798
  2. Stunting Reduction in Indonesia: Challenges and Opportunities | IIETA. stunting reduction challenges... doi.org/10.18280/ijsdp.180727Stunting Reduction in Indonesia Challenges and Opportunities IIETA stunting reduction challenges doi 10 18280 ijsdp 180727
  3. Effect of school feeding program on academic performance of primary school adolescents: A prospective... clinicalnutritionespen.com/retrieve/pii/S2405457723001419Effect of school feeding program on academic performance of primary school adolescents A prospective clinicalnutritionespen retrieve pii S2405457723001419
Read online
File size460.04 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test