UGMUGM

Jurnal Rekayasa ProsesJurnal Rekayasa Proses

Sektor farmasi dan makanan sangat tertarik untuk mengekstrak, memurnikan, dan mengonsentrasikan senyawa kimia bernilai tambah tinggi dari sumber alami seperti sorgum. Sorgum adalah tanaman serealia kelima yang paling bernilai di dunia, di bawah gandum, padi, jagung, dan jelai. Sorgum umumnya ditanam di lokasi kering dan semi-arid, di mana bubur sorgum adalah komponen penting dalam diet karena toleransi kekeringannya dan suhu tinggi. Sorgum telah lama dikenal sebagai tanaman yang bermanfaat karena kandungan polifenolnya yang tinggi. Senyawa polifenol sorgum dapat menjadi antioksidan untuk kesehatan manusia. Senyawa polifenol dalam sorgum meliputi asam fenolik, proantokianidin, 3-deoksi antosianidin, dan flavonoid. Konsentrasi polifenol total dalam sorgum dikendalikan oleh variabel genetik dan lingkungan seperti warna tanaman, ketebalan perikarp, dan kondisi pertumbuhan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model filtrasi batch dapat digunakan untuk memisahkan senyawa proantokianidin dari ekstrak perikarp sorgum dengan nilai volume permeat yang serupa.Seperti yang ditunjukkan oleh nilai SSE (Sum Square Error) model filtrasi batch untuk setiap MWCO, PES 50 kDa memiliki nilai 0,3855-0,9965, PES 30 kDa memiliki nilai 0,0472-0,4365, dan PES 10 kDa memiliki nilai 0,2887-0,5734.Tekanan transmembran dan MWCO sangat mempengaruhi efektivitas proses pemisahan proantokianidin menggunakan teknologi membran ultrafiltrasi.Aliran permeasi meningkat dengan tekanan transmembran, dan tergantung pada membran dan cairan, MWCO mempengaruhi permeabilitas karena lubang membran yang lebih besar.Cairan dapat dengan mudah bergerak melalui membran dengan MWCO yang lebih tinggi.Selain mempercepat aliran umpan dan mengatasi hambatan, tekanan transmembran yang tinggi meningkatkan akumulasi senyawa untuk komponen protrusi, yang menyebabkan mekanisme penyumbatan pada permukaan membran atau pori-pori.Menurut model Hermia, sebagian besar mekanisme pembentukan penyumbatan disebabkan oleh pembentukan lapisan kue pada permukaan membran dengan nilai R2 > 0,99 untuk setiap ukuran MWCO membran PES, diikuti oleh model penyumbatan standar, penyumbatan intermediet, dan penyumbatan lengkap.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Mempelajari lebih lanjut pengaruh ukuran MWCO dan tekanan transmembran pada proses pemisahan proantokianidin menggunakan membran ultrafiltrasi. (2) Meneliti mekanisme pembentukan lapisan kue pada permukaan membran dan mengembangkan teknik untuk mencegah atau mengurangi pembentukan lapisan kue pada ultrafiltrasi senyawa fenolik. (3) Memodifikasi membran ultrafiltrasi dengan menambahkan surfaktan atau molekul lain untuk mengurangi agregasi dan presipitasi senyawa fenolik pada permukaan membran dan mengurangi resistensi lapisan kue.

  1. Sorghum: An Underutilized Cereal Whole Grain with the Potential to Assist in the Prevention of Chronic... tandfonline.com/doi/full/10.1080/87559129.2015.1022832Sorghum An Underutilized Cereal Whole Grain with the Potential to Assist in the Prevention of Chronic tandfonline doi full 10 1080 87559129 2015 1022832
  2. Effect of molecular weight profile of sorghum proanthocyanidins on resistant starch formation - Barros... doi.org/10.1002/jsfa.6400Effect of molecular weight profile of sorghum proanthocyanidins on resistant starch formation Barros doi 10 1002 jsfa 6400
  3. Phenolic Acids and Flavonoids in Nonfermented and Fermented Red Sorghum (Sorghum bicolor (L.) Moench)... pubs.acs.org/doi/10.1021/jf101504vPhenolic Acids and Flavonoids in Nonfermented and Fermented Red Sorghum Sorghum bicolor L Moench pubs acs doi 10 1021 jf101504v
Read online
File size780.81 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test