UNPUNP
TeknomekanikTeknomekanikKeprihatinan lingkungan yang semakin meningkat terkait dengan serat sintetis telah mendorong adopsi bio-serat sebagai penguat dalam komposit polimer. Natrium klorida (NaCl) dieksplorasi sebagai agen perlakuan serat untuk meningkatkan adhesi antara serat dan matriks. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek perlakuan NaCl pada karakteristik papan komposit serat sisal. Desain acak lengkap diterapkan dengan tiga faktor: suhu perlakuan (25°C dan 100°C), konsentrasi NaCl (1, 3, dan 5 wt%), dan kepadatan papan komposit (0,40, 0,60, dan 0,80 g/cm³). Serat sisal direndam dalam larutan NaCl selama satu jam, dibilas, dikeringkan, dan dicampur secara manual dengan epoxy dengan perbandingan 80:20 wt%. Sifat papan komposit diamati sesuai dengan standar JIS-A-5908, Spektroskopi Inframerah Transformasi Fourier (FTIR), dan Mikroskopi Elektron Pemindai (SEM). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaCl dan suhu perlakuan meningkatkan secara signifikan sifat papan komposit. Parameter optimal (5wt% NaCl, 100°C, 0,80g/cm³) menghasilkan modulus elastisitas 4,59±0,26 GPa, modulus ruptur 18,88±0,03 MPa, dan kekuatan ikatan internal 3,92±0,18 MPa, yang mewakili peningkatan 200,32%, 130,65%, dan 218,70% masing-masing. Pembengkakan tebal berkurang menjadi 2,13±0,43% (48,14%) dan penyerapan air menjadi 8,95±0,05% (32,25%). Temuan ini mengonfirmasi bahwa perlakuan NaCl adalah metode ramah lingkungan untuk meningkatkan kekuatan mekanis dan ketahanan kelembaban komposit biofiber. Hal ini juga mendukung pengembangan papan komposit dengan kinerja tinggi.
Perlakuan NaCl meningkatkan adhesi serat-matriks, sehingga meningkatkan sifat papan komposit serat sisal-epoxy.Hal ini meningkatkan secara signifikan MOE, MOR, dan IB, serta mengurangi TS dan WA.Parameter optimal (konsentrasi NaCl 5 wt%, titik didih ±100°C, kepadatan 0,80 g/cm³) menghasilkan MOE 4,59±0,26 GPa, MOR 18,88±0,03 MPa, IB 3,92±0,18 MPa, TS 2,13±0,43%, dan WA 8,95±0,05%.Perlakuan ini meningkatkan kekuatan mekanis secara signifikan, dengan peningkatan MOE sebesar 130,65%, MOR sebesar 200,32%, dan IB sebesar 218,70%.Selain itu, perlakuan ini meningkatkan stabilitas dimensi, seperti yang ditunjukkan oleh penurunan pembengkakan tebal sebesar 48,14% dan penyerapan air sebesar 32,25%.Hasil optimal dicapai pada konsentrasi NaCl 5 wt%, suhu 100°C, dan kepadatan 0,80 g/cm³.Perlakuan ini menunjukkan potensi NaCl sebagai alternatif ramah lingkungan dan hemat biaya untuk modifikasi kimia konvensional.Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap alternatif berkelanjutan untuk aplikasi struktural ringan, mengurangi ketergantungan pada komposit serat sintetis.Namun, penelitian ini berfokus pada pembuatan laboratorium skala kecil, dan diperlukan validasi lebih lanjut untuk stabilitas jangka panjang serat yang diobati dengan NaCl dan kelayakan produksi skala besar.Penelitian selanjutnya harus menyelidiki sejauh mana degradasi parsial hemiselulosa atau pengerasan permukaan serat yang disebabkan oleh perlakuan NaCl berkontribusi pada peningkatan ikatan interfacial.Selain itu, analisis komparatif yang berfokus pada perbedaan mekanistik antara perlakuan NaCl dan perlakuan kimia konvensional, seperti NaOH, diperlukan untuk menggambarkan modifikasi spesifik yang diberikan oleh setiap metode pada struktur serat.Lebih lanjut, karakterisasi tingkat molekuler menggunakan teknik spektroskopi dan mikroskopik canggih diperlukan untuk menjelaskan interaksi interfacial serat-matriks.Hal ini dapat memberikan wawasan rinci tentang perubahan struktural konstituen serat yang dihasilkan dari proses perlakuan berbasis garam.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut efek perlakuan NaCl pada sifat mekanis dan stabilitas dimensi komposit biofiber. Penelitian ini dapat berfokus pada optimasi parameter perlakuan, seperti konsentrasi NaCl, suhu, dan waktu perendaman, untuk mencapai peningkatan lebih lanjut dalam kekuatan mekanis dan ketahanan kelembaban. Selain itu, studi komparatif antara perlakuan NaCl dan perlakuan kimia konvensional dapat dilakukan untuk memahami perbedaan mekanistik dan manfaat masing-masing metode. Karakterisasi tingkat molekuler menggunakan teknik spektroskopi dan mikroskopik canggih dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang perubahan struktural serat yang disebabkan oleh perlakuan NaCl. Penelitian ini dapat membantu memahami mekanisme peningkatan kekuatan dan ketahanan kelembaban, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kinerja optimal komposit biofiber. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini dapat memberikan kontribusi lebih lanjut terhadap pengembangan komposit biofiber yang kuat dan tahan lama, serta meningkatkan pemahaman tentang perlakuan serat untuk aplikasi struktural ringan yang berkelanjutan.
- Journal of the Korean Wood Science and Technology. journal korean wood science technology sci technol... woodj.org/archive/view_article?pid=wood-50-2-93Journal of the Korean Wood Science and Technology journal korean wood science technology sci technol woodj archive view article pid wood 50 2 93
- . 0 doi.org/10.3390/molecules29102401A 0 doi 10 3390 molecules29102401
- Impact of Print Speed and Nozzle Temperature on Tensile Strength of 3D Printed ABS for Permanent Magnet... journal2.um.ac.id/index.php/jmest/article/view/54959Impact of Print Speed and Nozzle Temperature on Tensile Strength of 3D Printed ABS for Permanent Magnet journal2 um ac index php jmest article view 54959
- Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/891/1/012006Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human iopscience iop article 10 1088 1755 1315 891 1 012006
- Thermoset and thermoplastic polymer composite with date palm fiber and its behavior: A review - Islam... doi.org/10.1002/pls2.10157Thermoset and thermoplastic polymer composite with date palm fiber and its behavior A review Islam doi 10 1002 pls2 10157
| File size | 1.04 MB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
PNMPNM 75 % dengan perendaman NaOH 5 % menghasilkan nilai tegangan tarik terbaik (21,90 N/mm³) karena struktur serat dan matriks lebih homogen. Peningkatan 75 % dengan perendaman NaOH 5 % menghasilkan nilai tegangan tarik terbaik (21,90 N/mm³) karena struktur serat dan matriks lebih homogen. Peningkatan
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi fraksi volume serat daun nanas (10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%) terhadap sifat tarik kompositPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi fraksi volume serat daun nanas (10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%) terhadap sifat tarik komposit
UYPUYP Durasi fermentasi memengaruhi biomassa, rendemen, dan karakteristik mikroskopis selulosa bakterial nata de soya. Fermentasi optimal berada pada rentangDurasi fermentasi memengaruhi biomassa, rendemen, dan karakteristik mikroskopis selulosa bakterial nata de soya. Fermentasi optimal berada pada rentang
UBHUBH Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin lama paparan crude oil dengan temperatur konstan 40°C dan semakin tinggi tekanan, semakin besar korosinya. WaktuHasil pengujian menunjukkan bahwa semakin lama paparan crude oil dengan temperatur konstan 40°C dan semakin tinggi tekanan, semakin besar korosinya. Waktu
POLSRIPOLSRI Adapun efisiensi penggunaan turbin angin yang tertinggi tercapai oleh turbin angin 4 blades dengan efisiensi maksimal sebesar 95,07% dan efisiensi terendahAdapun efisiensi penggunaan turbin angin yang tertinggi tercapai oleh turbin angin 4 blades dengan efisiensi maksimal sebesar 95,07% dan efisiensi terendah
UPIUPI Pecahnya serat dan patahnya matriks ditemukan sebagai kegagalan terakhir pada kedua jenis gabungan, dimulai dengan retakan matriks dan lepasnya ikatanPecahnya serat dan patahnya matriks ditemukan sebagai kegagalan terakhir pada kedua jenis gabungan, dimulai dengan retakan matriks dan lepasnya ikatan
ITENASITENAS Air Waduk Saguling saat ini menunjukkan penurunan, baik secara kualitas maupun kuantitas akibat aktivitas manusia yang menghasilkan limbah rumah tangga,Air Waduk Saguling saat ini menunjukkan penurunan, baik secara kualitas maupun kuantitas akibat aktivitas manusia yang menghasilkan limbah rumah tangga,
ITENASITENAS Dengan penambahan tulang 6mm, kekuatan lentur maksimum (σmax) mencapai 4,008 kg/mm2, dengan penambahan tulang 9 mm kekuatan lentur mencapai 4,145 kg/mm2,Dengan penambahan tulang 6mm, kekuatan lentur maksimum (σmax) mencapai 4,008 kg/mm2, dengan penambahan tulang 9 mm kekuatan lentur mencapai 4,145 kg/mm2,
Useful /
POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI Untuk mengantisipasi penurunan produksi, diperlukan target yang dapat diprediksi dengan meramalkan produksi di masa depan. Penelitian ini bermanfaat dalamUntuk mengantisipasi penurunan produksi, diperlukan target yang dapat diprediksi dengan meramalkan produksi di masa depan. Penelitian ini bermanfaat dalam
UPIUPI Simulasi menggunakan data pirolisis yang diperoleh dari salah satu karya sebelumnya tentang pirolisis cepat cangkang kernel kelapa sawit. Karena tidakSimulasi menggunakan data pirolisis yang diperoleh dari salah satu karya sebelumnya tentang pirolisis cepat cangkang kernel kelapa sawit. Karena tidak
UPIUPI Studi ini memberikan referensi untuk penelitian lanjutan dengan mengidentifikasi kebutuhan penelitian dalam aspek penilaian prestasi. Penggunaan metodeStudi ini memberikan referensi untuk penelitian lanjutan dengan mengidentifikasi kebutuhan penelitian dalam aspek penilaian prestasi. Penggunaan metode
UPIUPI The results also pointed to synergistic effects of hybrid reinforcements on improving the various engineering properties of DSP concrete matrix, especiallyThe results also pointed to synergistic effects of hybrid reinforcements on improving the various engineering properties of DSP concrete matrix, especially