UPPUPP

AptekAptek

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi mitigasi kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, yang memiliki ekosistem gambut dengan kerentanan tinggi. Metode yang digunakan mencakup pengukuran tinggi muka air tanah (TMA), kelembaban, dan pertalasi untuk menganalisis potensi kebakaran. Hasil menunjukkan hubungan linier yang signifikan antara kelembaban dan pertalasi, serta antara TMA dan kelembaban tanah. Analisis menunjukkan bahwa kondisi TMA di bawah 40 cm dianggap aman dari kebakaran. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk pengelolaan sumber daya alam dan strategi mitigasi kebakaran yang berkelanjutan. Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan berbasis komunitas dan pemantauan kelembaban secara berkelanjutan untuk meningkatkan resiliensi lokal terhadap risiko kebakaran.

Penelitian berhasil mengidentifikasi potensi mitigasi kebakaran lahan gambut dengan memanfaatkan pengukuran TMA, kelembaban, dan pertalasi.Hubungan linier yang signifikan ditemukan antara kelembaban dan pertalasi, serta antara TMA dan kelembaban tanah, menunjukkan bahwa kondisi TMA di bawah 40 cm dianggap aman.Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan kelembaban dan TMA serta pendekatan berbasis komunitas untuk meningkatkan resiliensi kebakaran di daerah gambut.

Penelitian lanjutan dapat meneliti dampak interaksi musiman antara kelembaban tanah, suhu udara, dan awan lembab terhadap potensi kebakaran gambut secara lebih komprehensif. Selanjutnya, pengembangan sistem pemantauan real‑time berbasis sensor IoT pada titik TMA dan kelembaban tanah dapat diuji serta diintegrasikan ke dalam platform peringatan dini yang melibatkan masyarakat lokal. Terakhir, penelitian terkait efektivitas intervensi berbasis komunitas, seperti praktik penanaman alga atau vegetasi rendah flammability, pada pengurangan risiko kebakaran di wilayah gambut dapat dievaluasi melalui uji coba jangka panjang.

Read online
File size846.09 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test