ULILALBABINSTITUTEULILALBABINSTITUTE

ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah MultidisiplinULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Para pekerja migran Indonesia saat ini memiliki tren baru sebagai kreator konten paruh waktu di media sosial, mendokumentasikan kehidupan mereka dan membuat video atau siaran langsung tentang kehidupan mereka di negara baru. Hal ini merupakan hal yang umum bagi diaspora untuk mendokumentasikan kehidupan mereka di negara yang berbeda, tetapi ada kesenjangan yang membedakan antara diaspora atau imigran kerah putih dengan pekerja migran Indonesia yang umumnya bekerja sebagai tenaga kerja tidak terampil. Seperti yang kita ketahui, kebijakan yang melindungi imigran tidak benar-benar berfungsi karena kasus kesejahteraan imigran yang rendah, dll. Penyalahgunaan, intimidasi, dan penganiayaan. Imigran melihat potensi menjadi kreator konten di media sosial akan memberikan mereka kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik ketika mereka sebenarnya menjadi komoditas baru dengan menciptakan konten tentang kehidupan mereka.

Pekerja migran Indonesia yang membuka saluran YouTube dan menjadi vlogger secara tidak langsung telah dikomodifikasi dan masuk ke dalam lingkaran prosumer.Komodifikasi yang dimaksud adalah di mana pekerja migran terus-menerus bekerja untuk YouTube dengan memproduksi konten untuk menyesuaikan algoritma YouTube dan media sosial lainnya agar mendorong peningkatan ekonomi mereka karena hanya menjadi pekerja migran dirasakan memberikan kesejahteraan yang lebih sedikit bagi mereka.Tidak tanpa risiko, menjadi YouTuber, yang berarti dikomodifikasi oleh YouTube, membuat pekerja migran harus melakukan pekerjaan ganda, risiko ganda dari tempat kerja mereka di ruang digital, di mana sejauh ini belum ada peraturan pemerintah.Perbedaan latar belakang kerja di antara pekerja migran seperti apakah dia adalah pembantu rumah tangga atau pekerja pabrik memiliki dampak komodifikasi yang berbeda pada mereka.

Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah: (1) Melakukan penelitian kuantitatif untuk mengetahui berapa banyak pekerja migran Indonesia yang membuka saluran YouTube, dampak pada kesejahteraan mereka, dan seberapa jauh pendapatan mereka telah meningkat setelah membuka pekerjaan baru di ruang digital dengan modal yang berbeda dan sebagainya. (2) Menganalisis lebih lanjut dampak komodifikasi pada pekerja migran berdasarkan latar belakang pekerjaan mereka, apakah sebagai pembantu rumah tangga atau pekerja pabrik. (3) Mengkaji peran dan tanggung jawab pemerintah dalam melindungi pekerja migran di ruang digital dan memastikan kesejahteraan mereka.

  1. Editorial - Henry Jenkins, Mark Deuze, 2008. editorial henry jenkins mark deuze skip main content intended... doi.org/10.1177/1354856507084415Editorial Henry Jenkins Mark Deuze 2008 editorial henry jenkins mark deuze skip main content intended doi 10 1177 1354856507084415
Read online
File size333.5 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test