UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ekstrak daun sirih yang tepat untuk menghambat pertumbuhan jamur akar putih (Rigidoporus lignosus) secara in vitro. Daun sirih (Piper sp.) mengandung senyawa-senyawa seperti heksana, sianida, saponin, tanin, flafonoid, steroid, alkanoid, dan minyak atsiri yang diduga berfungsi sebagai pestisida nabati. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Institut Teknologi Sawit Indonesia dari Maret hingga Mei 2022. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan perlakuan S0 (kontrol), S1 (sirih hutan), S2 (sirih hijau), dan S3 (sirih merah). Parameter yang diamati adalah kecepatan pertumbuhan jamur, diameter koloni jamur, dan uji daya hambat jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak tepung sirih hutan dapat menghambat pertumbuhan jamur akar putih (R. lignosus) dengan konsentrasi 50gr/l aquades secara in vitro melalui media PDA dengan daya hambat pertumbuhan 80,88%.

Pemberian ekstrak tepung sirih hutan dapat menghambat pertumbuhan Jamur Akar Putih (R.Lignosus) dengan konsentrasi 50gr/l aquades secara in vitro melalui media PDA dengan daya hambat pertumbuhan 80,88%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menguji efek ekstrak daun sirih pada berbagai jenis jamur akar putih dan tanaman lain untuk mengetahui spektrum aktivitasnya sebagai biofungisida. 2. Mempelajari mekanisme kerja senyawa aktif dalam ekstrak daun sirih terhadap jamur akar putih, seperti Eugenol, untuk memahami cara kerjanya secara lebih mendalam. 3. Mengembangkan formulasi dan metode aplikasi ekstrak daun sirih sebagai biofungisida yang efektif dan mudah diterapkan di lapangan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti stabilitas, dosis, dan metode aplikasi yang optimal.

Read online
File size751.25 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test