UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Peran utama mikroorganisme bakteri dan jamur di dalam tanah adalah menguraikan bahan organik yang telah mati yang kemudian menjadi pembentuk tanah. Pada kenyataannya, tidak semua jamur bersifat menguntungkan. Pada kondisi tertentu bakteri dan jamur juga dapat merugikan karena menimbulkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bakteri dan jamur tanah serta mengetahui keanekaragaman bakteri dan jamur yang terdapat pada perkebunan kelapa sawit di kampus ITSI Medan. Sampel tanah diambil menggunakan metode proporsional random sampling pada lahan seluas 6,7 Ha. Terdapat 2 titik sampel tanah pada setiap 7 pohon yang diambil di dalam dan di luar piringan. Mikroorganisme diidentifikasi di Laboratorium Biologi Tanah, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Terdapat beberapa jenis mikroorganisme yang didapat, yaitu dari genus Bacillus, Aeromonas, Micrococcus, Mycobacterium, dan Enterobacter dengan total 7,183 x 106.

Penelitian ini mendapatkan 2 jenis mikroorganisme tanah, yaitu bakteri dan jamur.5 jenis bakteri yaitu bakteri Mycobacterium, bakteri Enterobakter, bakteri Micrococus, bakteri Aeromonas dan bakteri Bacillus yang telah teridentifikasi dengan jumlah total 7,183 x 106 serta 5 jenis jamur yaitu jamur Aspergillus sp, jamur Mucor sp., dan jamur Aspergillus sp yang telah teridentifikasi dengan jumlah total 24 x 105.

Untuk memperdalam pemahaman tentang mikroorganisme tanah di kebun kelapa sawit, penelitian lanjutan dapat menggunakan analisis molekuler seperti PCR, sekuensing 16S rRNA dan ITS untuk mengidentifikasi spesies secara akurat dan memetakan diversitas mikroba secara komprehensif. Selanjutnya, studi fungsi biologis, seperti kemampuan produksi hormon pertumbuhan tanaman (misalnya IAA) dan kemampuan mengawasi patogen, dapat dilanjutkan melalui uji in planta pada akar kelapa sawit, sehingga dapat diketahui nilai tambah bagi produktivitas dan ketahanan tanaman. Selain itu, kajian pengaruh interaksi mikroba dengan kondisi tanah (pH, kandungan unsur hara, dan struktur) pada tingkat skala kebun dapat dilakukan untuk mengevaluasi peran mikroorganisme dalam peningkatan kesuburan tanah dan mengoptimalkan praktik manajemen tanah yang berkelanjutan.

Read online
File size634.41 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test