UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Vanili merupakan komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama kandungan vanilinnya yang digunakan sebagai bahan baku industri makanan, minuman, parfum, dan kosmetik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui respon pertumbuhan bibit setek vanili terhadap aplikasi beberapa jenis zat pengatur tumbuh dan menentukan zat pengatur tumbuh alami yang memberikan respon terbaik pada bibit setek vanili. Penelitian ini dilakukan di Green House Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan Universitas Ottow Geissler Papua. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yang diulang sebanyak 7 ulangan. Perlakuan zat pengatur tumbuh alami yang diberikan antara lain: A1 = Kontrol, A2 = ZPT air kelapa 500 ml/l, A3 = ZPT ekstrak rebung bambu 4 ml/l, A4= ZPT air cucian beras 130 ml/l dan A5 = ZPT ekstrak bawang merah 10 ml/l. Aplikasi perlakuan ZPT dilakukan dengan cara perendaman setek vanili selama 10 jam pada setiap perlakuan dan selanjutnya ditanam pada polibag. Variabel pengamatan yang diukur antara lain: persentase hidup (%), panjang tunas (cm), jumlah daun (helai) dan panjang akar (cm). Data yang diperoleh, dianalisis menggunakan anova dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi beberapa jenis zat pengatur tumbuh memberikan respon atau pengaruh yang tidak berbeda nyata antar perlakuan (semua memberikan hasil yang sama baiknya). Perlakuan zat pengatur tumbuh alami yang memberikan hasil terbaik dari semua parameter pengamatan yang diukur adalah A2 = ZPT dari air kelapa dengan 100% persentase hidup, panjang tunas 11,40 cm, jumlah daun 5,71 helai, dan panjang akar 30,47 cm.

Aplikasi beberapa jenis zat pengatur tumbuh (ZPT) alami, yang meliputi air kelapa, ekstrak rebung bambu, air cucian beras, dan ekstrak bawang merah, memberikan respons pertumbuhan yang relatif serupa (tidak berbeda nyata) terhadap setek bibit vanili pada seluruh parameter pengamatan.Meskipun seluruh perlakuan menunjukkan efektivitas yang baik, penggunaan ZPT air kelapa dengan konsentrasi 500 ml/l (A2) secara konsisten memberikan hasil pertumbuhan terbaik dengan capaian persentase hidup 100%, panjang tunas 11,40 cm, jumlah daun 5,71 helai, dan panjang akar mencapai 30,47 cm.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi rentang konsentrasi optimal air kelapa sebagai zat pengatur tumbuh pada setek vanili, dengan menguji beberapa tingkat konsentrasi (misalnya 250, 500, 750 ml/l) serta durasi perendaman yang berbeda untuk menentukan kombinasi yang memberikan tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan tertinggi. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk menilai efek sinergi antara air kelapa dan ekstrak organik lainnya, seperti ekstrak rebung bambu atau ekstrak bawang merah, sehingga dapat mengidentifikasi apakah kombinasi zat pengatur tumbuh alami dapat meningkatkan panjang tunas, jumlah daun, dan panjang akar secara signifikan dibandingkan penggunaan tunggal. Selanjutnya, penting untuk melakukan uji lapangan yang memperluas skala percobaan dari greenhouse ke kebun vanili yang sesungguhnya, dengan memperhatikan variasi kondisi iklim, jenis tanah, dan praktik manajemen, guna mengevaluasi daya tahan jangka panjang bibit yang diperlakukan serta potensi dampak ekonomi bagi petani lokal.

Read online
File size409.97 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test