UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Efek dari pergerakan mesin akan menyebabkan getaran mekanis dan getaran mekanis ini akan menimbulkan rambatan getaran di udara dan hal ini akan membuat terjadinya suara kebisingan, suara kebisiangan dalam situasi yang melebihi ambang batas akan dapat membuat ketidaknyamanan kepada pengemudi mobil dan dapat berdampak terhadap kesehatan. Dalam penelitian ini diperoleh dengan adanya kenaikan putaran mesin yang dimulai dari 1000 rpm dan dinaikkan dengan interval 200 rpm sampai ke putaran maksimum pada posisi 2800 rpm diperoleh tingat kebisingan dari posisi paling rendah 48 dB yang kemudian naik dengan interval 1 – 2 dB sampai ke posisi maksimum dengan tingkat kebisiangan 62 dB. Dari dua parameter ukur ini di dapat tingkat koefisein korelasi antara kenaikan putaran mesin dan kenaikan tingkat kebisingan rxy = 0.9220 ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat positif dua parameter ukur tersebut. Dengan tingkat kebisingan diruang kemudi mobil berkisar 48 – 62 dB maka merujuk terhadap PERMEN LHK No.7/2009 mengenai batas kebisingan kendaraan bermotor, acuan baku mutu tertinggi yang ditentukan 77 desible (dB) untuk kendaraan, maka tingkat kebisiangan yang timbul di kabin pengemudi mobil terebut masih dalam kondisi yang aman buat pengemudi dan juga penumpang dalam mobil tersebut.

Kenaikan putaran mesin mobil menyebabkan peningkatan signifikan tingkat kebisingan, dengan koefisien korelasi menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kedua parameter.Kebisingan yang terukur berada dalam rentang 48–62 dB, yang masih berada di bawah batas aman menurut peraturan, sehingga kondisi kebisingan dalam ruang kemudi Toyota Rush 1.Faktor kondisi mesin yang terawat baik berkontribusi pada hasil tersebut, dan untuk kebisingan tertentu diperlukan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).

Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah hubungan antara kenaikan putaran mesin dan tingkat kebisingan yang ditemukan pada Toyota Rush 1.5 berlaku untuk tipe kendaraan lain, seperti mobil sedan atau SUV dengan mesin yang berbeda; hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan data pengukuran pada beberapa model kendaraan. Selain itu, perlu dilakukan studi mengenai efektivitas berbagai material penyerap suara (misalnya porous absorber, membrane absorber, atau resonator) yang dipasang pada dinding kabin untuk menurunkan tingkat kebisingan di dalam ruang kemudi, sehingga dapat diketahui strategi mitigasi yang paling efisien. Selanjutnya, penelitian dapat memanfaatkan simulasi aliran udara dan propagasi gelombang akustik menggunakan metode computational fluid dynamics (CFD) untuk memprediksi pola penyebaran getaran dan kebisingan, dan kemudian memvalidasi hasil simulasi tersebut dengan pengukuran eksperimental pada kondisi nyata. Dengan mengintegrasikan pendekatan eksperimental dan numerik, diharapkan dapat diperoleh model prediktif yang akurat untuk merancang kendaraan yang lebih tenang. Penelitian-penelitian tersebut akan memperluas pemahaman tentang sumber kebisingan kendaraan dan memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan teknologi peredam kebisingan yang lebih efektif.

  1. Analisa Pengaruh Volume Kendaraan dan Kecepatan Terhadap Tingkat Kebisingan Lalu Lintan di Jalan Cikuray,... journal.undiknas.ac.id/index.php/reinforcement/article/view/4107Analisa Pengaruh Volume Kendaraan dan Kecepatan Terhadap Tingkat Kebisingan Lalu Lintan di Jalan Cikuray journal undiknas ac index php reinforcement article view 4107
  2. Pengaruh Tingkat Kebisingan Mesin Kapal terhadap Fungsi Pendengaran dan Stress Kerja pada Teknisi Mesin... journal.umy.ac.id/index.php/qt/article/view/15313Pengaruh Tingkat Kebisingan Mesin Kapal terhadap Fungsi Pendengaran dan Stress Kerja pada Teknisi Mesin journal umy ac index php qt article view 15313
Read online
File size648.72 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test