UNIVAUNIVA

Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah MedanJurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum perbandingan arang aktif dari cangkang kemiri dengan cangkang kelapa sawit sebagai adsorben dengan suhu karbonisasi 400 0C selama 1 jam dengan ukuran 60 mesh yang diaktifasi dengan menggunakan larutan H3PO4 10 % perendaman 24 jam. Minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) adalah produk utama hasil pengolahan buah kelapa sawit. Minyak goreng kelapa sawit dapat dibuat dari CPO dengan melalui proses pemurnian. Telah dilakukan penelitian perbandingan arang tempurung kemiri dan arang cangkang sawit sebagai adsorben. Pemanfaatan adsorben adalah untuk pemurnian CPO. Variabel yang digunakan adalah massa adsorben dengan perbandingan arang tempurung kemiri: arang cangkang sawit (1:1, 1:2, 1:3, dan 1:4), jumlah masa perbandingan adsorben adalah 10 gr (10% terhadap CPO) dengan temperature 100 0C dan waktu proses pengadukan 1 jam. Parameter yang dianalisis adalah kadar asam lemak bebas, kadar air, density dan Bilangan Iodine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Asam Lemak Bebas (ALB) terendah diperoleh pada perbandingan massa arang tempurung kemiri dan arang cangkang sawit (1:4) 3,22 %. Sedangkan untuk kadar air terendah diperoleh pada perbandingan (1:4) 0,14%, density pada perbandingan (1:4) 0,9035 gr/ml dan Bilangan Iodine terendah pada perbandingan (1;4) 39,0889 mg/g. Arang tempurung kemiri dan cangkang sawit dapat digunakan sebagai adsorben pada pemurnian CPO.

4 merupakan perlakuan terbaik dalam perbandingan arang aktif cangkang kemiri dan cangkang sawit dimana jumlah masa perbandingan adsorben adalah 10 g (10 % terhadap CPO) dengan temperatur 100 ⁰C dan waktu proses pengadukan 1 jam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Asam Lemak Bebas (ALB) terendah diperoleh pada perbandingan massa arang tempurung kemiri dan arang cangkang sawit kadar FFA 0,3220 %, kadar air terendah 0,19 %, densitas 0,8860 gr/ml, bilangan Iodine 39,0889 mg/g dan bilangan asam 0,4478 mg KOH/gr.

Berdasarkan hasil penelitian, arang aktif dari cangkang kemiri dan cangkang kelapa sawit menunjukkan potensi sebagai adsorben dalam proses pemurnian minyak goreng bekas. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada optimasi proses pembuatan arang aktif dengan variasi suhu dan waktu karbonisasi, serta mengeksplorasi penggunaan arang aktif ini dalam skala industri. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas arang aktif dalam menghilangkan kontaminan spesifik dalam minyak goreng bekas, seperti logam berat atau senyawa berbahaya lainnya. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi pemurnian minyak goreng bekas yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Read online
File size889.09 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test