ILININSTITUTEILININSTITUTE

CARADDECARADDE

Tim pengabdian Promahadesa Universitas Jember melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Sumberjambe bertujuan membantu petani Desa dalam meningkatkan produksi padi melalui pelatihan pembuatan pupuk menggunakan teknologi Aerated Compost Tea (ACT) untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi survei, sosialisasi, pelatihan, serta pemantauan dan evaluasi. Setelah mengikuti program pelatihan, terjadi peningkatan yang signifikan pada semua indikator yang diukur. Petani menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai dampak negatif penggunaan pupuk kimia sintetis dan manfaat penggunaan pupuk organik. Kegiatan pengabdian yang dilakukan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan petani mengenai dampak negatif pupuk kimia, manfaat pupuk organik, dan cara pembuatan pupuk organik menggunakan metode ACT.

Pemberdayaan kelompok tani “Setia Tani melalui adopsi teknologi Aerated Compost Tea (ACT) terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan petani mengenai dampak negatif pupuk kimia, manfaat pupuk organik, dan cara pembuatan pupuk organik dengan metode ACT.Program pengabdian ini berhasil mencapai tujuannya dalam memberdayakan petani untuk beralih ke pertanian berkelanjutan.Adopsi teknologi ACT berpotensi menjadi model pemberdayaan petani dalam transisi pertanian berkelanjutan di wilayah lain.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menguji efektivitas pupuk ACT hasil trapping PGPR dan Trichoderma lokal dibandingkan dengan penggunaan EM4 komersial dalam skala lahan yang lebih luas dan kondisi tanah yang bervariasi. Kedua, diperlukan penelitian yang mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan ACT terhadap kesuburan tanah, populasi mikroba tanah, dan produktivitas padi dari musim ke musim. Ketiga, sebaiknya dikembangkan model pelatihan berkelanjutan yang melibatkan kelompok tani sebagai pelatih untuk petani lain, sehingga penerapan teknologi ACT dapat menyebar secara mandiri dan inklusif di komunitas pertanian sekitarnya. Studi tentang efisiensi biaya produksi ACT lokal versus pupuk kimia juga penting untuk mendorong adopsi jangka panjang. Selain itu, penelitian yang membandingkan pertumbuhan dan hasil padi pada demplot dengan pupuk ACT, pupuk non-ACT, dan pupuk kimia secara paralel dapat memberikan bukti ilmiah yang lebih kuat. Penelitian tentang persepsi petani terhadap kenyamanan, efektivitas, dan keterjangkauan teknologi ACT setelah satu tahun penerapan juga perlu dilakukan. Model digitalisasi pelatihan melalui aplikasi atau video panduan lokal juga patut dieksplorasi. Evaluasi lingkungan terhadap penurunan residu kimia di tanah dan air setelah konversi ke ACT dapat menjadi fokus studi berikutnya. Penguatan jejaring antar kelompok tani pengguna ACT untuk berbagi bahan dan pengetahuan juga layak diteliti. Semua penelitian ini akan memperkuat transisi menuju sistem pertanian yang lebih mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

  1. Open Journal Systems. open journal systems quick jump page content main navigation sidebar portal unimor... doi.org/10.32938/ag.v9i2.2422Open Journal Systems open journal systems quick jump page content main navigation sidebar portal unimor doi 10 32938 ag v9i2 2422
  2. Penggunaan Compost Tea yang Diinduksi Inokulum Fungi Lignoselulolitik Pada Media Tanam Cocopeat Terhadap... doi.org/10.25181/jppt.v21i1.1731Penggunaan Compost Tea yang Diinduksi Inokulum Fungi Lignoselulolitik Pada Media Tanam Cocopeat Terhadap doi 10 25181 jppt v21i1 1731
  3. Bot Verification. bot verification verifying robot doi.org/10.23960/jbekh.v8i1.165Bot Verification bot verification verifying robot doi 10 23960 jbekh v8i1 165
Read online
File size521.87 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test