UNIKOMUNIKOM

Telekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika TerapanTelekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika Terapan

Indonesia merupakan salah satu pasar kelapa sawit terbesar di dunia. Karena di Indonesia terdapat beberapa perkebunan kelapa sawit yang luas, seringkali terkendala jalur pendistribusian pupuk. Maka diperlukannya sebuah inovasi teknologi untuk pemantauan area yang sangat luas dengan waktu yang efisien. Teknologi yang cocok untuk pemantauan dan pencarian area logistik adalah dengan menggunakan pesawat tanpa awak dikarenakan penyelusuran dapat dilakukan di udara yang tidak terkendala oleh akses darat yang menyulitkan. Fokus pada penelitian ini adalah untuk mencari area logistik pupuk pada perkebunan kelapa sawit menggunakan pesawat tanpa awak. Area logistik yang dicari adalah terpal berbentuk kotak berwarna oranye dengan ukuran 2x2 m. Pada misi pencarian area logistik metode yang digunakan adalah pembatasan skala warna HSV. Komponen warna HSV (hue, saturation, value) dipilih karena nilai masing-masing komponen HSV dapat menentukan nilai dari warna sebenarnya, kemurnian warna dan kecerahan warna sehingga dapat di analisis oleh komputer. Untuk memaksimalkan proses pengamatan area logistik diperlukan sistem untuk memaksimalkan kecepatan komputasi FPS (frame per second) dalam mendeteksi area logistik sehingga tidak menurunkan kecepatan frame yang ditampilkan. Pengujian pendeteksian area logistik menggunakan satu parameter HSV bertujuan untuk menguji keandalan sistem pendeteksian dalam mencari area logistik pada rentang waktu tertentu tanpa mengubah parameter yang ditetapkan. Keandalan nilai dari masing-masing parameter HSV antara batas atas-bawah dari hue (17-180), saturation (0-255), dan value (188-255) hanya mampu mendeteksi dengan rentang intensitas cahaya 24710 hingga 41530 lux. Kecepatan komputasi dalam mendeteksi area logistik dengan rata-rata 25 fps karena dipengaruhi oleh pengaturan ukuran frame untuk meringankan beban kerja komputasi pada komputer.

Penelitian ini berhasil mendemonstrasikan sistem pendeteksian area logistik menggunakan pesawat tanpa awak jenis fixedwing dengan tingkat keberhasilan 13 dari 20 kali pengujian pada rentang intensitas cahaya 24710 hingga 41530 lux.Sistem ini efektif dalam mengidentifikasi terpal berwarna oranye berukuran 2x2 meter sebagai area logistik.Kecepatan komputasi sistem mencapai rata-rata 25 fps, memastikan proses pendeteksian berjalan lancar tanpa penurunan frame yang signifikan.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada peningkatan akurasi pendeteksian area logistik pada kondisi pencahayaan yang kurang optimal, misalnya dengan mengimplementasikan algoritma adaptif yang dapat menyesuaikan parameter HSV secara dinamis. Selain itu, pengembangan sistem navigasi otonom yang lebih cerdas dapat dilakukan untuk memungkinkan pesawat tanpa awak mencari area logistik secara mandiri tanpa memerlukan intervensi operator. Terakhir, integrasi dengan sistem informasi perkebunan dapat dilakukan untuk memberikan informasi real-time mengenai lokasi dan kondisi area logistik, sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya logistik. Pengembangan ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Read online
File size410.04 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test