IOINFORMATICIOINFORMATIC

JUKI : Jurnal Komputer dan InformatikaJUKI : Jurnal Komputer dan Informatika

Kondisi cuaca yang tidak menentu sering menimbulkan permasalahan dalam proses pengeringan pakaian, terutama ketika hujan turun secara tiba-tiba saat pengguna tidak berada di rumah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini menyajikan perancangan dan implementasi sistem jemuran pakaian otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu merespons perubahan cuaca secara real-time. Sistem ini dibangun menggunakan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan sensor hujan dan sensor Light Dependent Resistor (LDR) untuk mendeteksi curah hujan dan intensitas cahaya. Motor stepper digunakan untuk menggerakkan jemuran secara otomatis ke dalam atau ke luar, sedangkan motor DC berfungsi sebagai kipas tambahan untuk membantu proses pengeringan ketika intensitas cahaya matahari tidak mencukupi. Sistem ini juga dilengkapi dengan buzzer, indikator LED, serta layar LCD 16×2 untuk menampilkan informasi status sistem secara real-time. Selain itu, sistem mendukung pemantauan jarak jauh dan kontrol manual melalui aplikasi Blynk pada perangkat seluler. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Waterfall dan diuji dalam berbagai kondisi cuaca. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem yang dirancang dapat beroperasi secara andal, merespons perubahan lingkungan dengan akurat, serta meningkatkan kenyamanan pengguna. Dengan demikian, sistem jemuran otomatis berbasis IoT ini menawarkan solusi yang efektif dan praktis untuk penerapan konsep smart home.

Penelitian ini berhasil merancang dan mengimplementasikan sistem jemuran pakaian otomatis berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32 yang mampu merespons perubahan kondisi cuaca secara real-time.Integrasi sensor hujan dan sensor cahaya dengan aktuator serta tampilan informasi memungkinkan sistem bekerja secara otomatis maupun manual melalui aplikasi Blynk.Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh komponen sistem berfungsi dengan baik dan responsif terhadap perubahan lingkungan, sehingga meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna dalam proses penjemuran pakaian.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, integrasi sensor kelembapan dapat meningkatkan akurasi sistem dalam menentukan kondisi pengeringan optimal, sehingga pakaian dapat kering lebih cepat dan efisien. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada optimalisasi konsumsi energi sistem, misalnya dengan menerapkan algoritma kontrol daya adaptif atau memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti panel surya. Ketiga, pengembangan sistem pada skala yang lebih besar dengan mengintegrasikan beberapa unit jemuran otomatis dan membangun jaringan komunikasi antar unit dapat membuka peluang untuk aplikasi yang lebih luas, seperti sistem jemuran otomatis komunal atau layanan penjemuran pakaian berbasis cloud. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi smart home yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.

  1. Design of an Automatic Clothes Drying System Based on Internet of Things (IoT) Technology | Jurnal Ilmiah... doi.org/10.33197/jitter.vol10.iss3.2024.2010Design of an Automatic Clothes Drying System Based on Internet of Things IoT Technology Jurnal Ilmiah doi 10 33197 jitter vol10 iss3 2024 2010
  2. Analisis Aliran Udara Pada Ruang Pengering Low Temperature Dryer Dengan Simulasi CFD | Jurnal Inovasi... doi.org/10.15294/jim.v3i2.52798Analisis Aliran Udara Pada Ruang Pengering Low Temperature Dryer Dengan Simulasi CFD Jurnal Inovasi doi 10 15294 jim v3i2 52798
  3. Prototipe Jemuran Pakaian Otomatis Menggunakan Wemos D1R2 Dengan Notifikasi Suara dan Email Dari Thinger.io... doi.org/10.37396/jsc.v5i3.263Prototipe Jemuran Pakaian Otomatis Menggunakan Wemos D1R2 Dengan Notifikasi Suara dan Email Dari Thinger io doi 10 37396 jsc v5i3 263
Read online
File size4.24 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test