OJS INDONESIAOJS INDONESIA

SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan PendidikanSIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan

Perubahan dalam pengelolaan organisasi pendidikan menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya kompleksitas tantangan abad ke-21, perkembangan teknologi, dan tuntutan mutu pendidikan. Banyak sekolah masih menerapkan sistem manajemen yang statis dan birokratis, yang ditandai oleh struktur hierarkis, komunikasi satu arah, serta minimnya partisipasi dari warga sekolah. Sistem semacam ini terbukti tidak mampu merespons perubahan secara cepat dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transisi sistem pengelolaan sekolah dari pendekatan statis menuju model manajemen yang adaptif dan kolaboratif, serta menganalisis peran kepala sekolah sebagai agen perubahan dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi menuju sistem manajemen adaptif dan kolaboratif dicapai melalui kepemimpinan transformasional kepala sekolah yang mendorong keterbukaan komunikasi, pelibatan warga sekolah dalam pengambilan keputusan, serta pembentukan budaya kolaboratif. Perubahan struktur organisasi yang lebih fleksibel dan penggunaan teknologi informasi turut mempercepat proses adaptasi. Meskipun demikian, tantangan tetap muncul dalam bentuk resistensi perubahan, keterbatasan sumber daya, dan hambatan administratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen berbasis adaptasi dan kolaborasi dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sekolah serta memperkuat partisipasi warga sekolah dalam membangun budaya organisasi yang responsif dan inovatif.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan organisasi pendidikan mengalami pergeseran paradigma dari sistem yang statis dan birokratis menuju sistem yang adaptif dan kolaboratif.Sistem lama yang berorientasi pada struktur vertikal, komunikasi satu arah, dan minim partisipasi terbukti tidak mampu mengakomodasi dinamika pendidikan kontemporer yang menuntut fleksibilitas dan keterlibatan semua unsur sekolah.Transformasi manajemen tersebut terjadi melalui kepemimpinan kepala sekolah yang bertindak sebagai agen perubahan.Kepala sekolah berhasil mendorong perubahan budaya organisasi, memperkuat partisipasi guru, membangun struktur reflektif, dan memperluas kemitraan eksternal.Pendekatan kolaboratif dan adaptif yang diterapkan memperlihatkan dampak positif terhadap peningkatan motivasi warga sekolah, efisiensi kerja, dan pengembangan institusi secara menyeluruh.Namun demikian, proses perubahan ini juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti resistensi kultural, keterbatasan pelatihan profesional, serta hambatan administratif.Oleh karena itu, transisi menuju manajemen baru membutuhkan strategi yang konsisten, kepemimpinan yang visioner, dan penguatan budaya organisasi yang mendukung inovasi serta pembelajaran berkelanjutan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan kajian mendalam tentang bagaimana sistem manajemen pendidikan dapat didesain dan dikembangkan menuju model yang lebih responsif dan partisipatif sesuai dengan kebutuhan masa kini dan masa depan. Kedua, penelitian dapat fokus pada peran teknologi informasi dalam mempercepat proses adaptasi dan kolaborasi dalam organisasi pendidikan. Ketiga, studi tentang strategi pengelolaan resistensi terhadap perubahan dalam organisasi pendidikan dapat menjadi topik menarik, terutama dalam konteks sekolah yang telah menerapkan sistem manajemen adaptif dan kolaboratif.

Read online
File size430 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test