UNPAMUNPAM

Jurnal Informatika Universitas PamulangJurnal Informatika Universitas Pamulang

Objek wisata di Daerah Kabupaten Karo sejumlah kurang lebih 20 objek wisata yang saling berdekatan seperti Bukit Gundaling, Taman Alam Lumbini, Fun Land Mickey Holiday dan tempat lainnya. Pokok permasalahan yaitu merancang sistem dengan menggunakan SPK dalam menentukan prioritas tujuan wisatawan daerah Pada Kabupaten Karo dengan metode TOPSIS. Langkah penyelesaian permasalahan dilakukan dari identifikasi masalah, menentukan alternatif solusi terhadap permasalahan yang muncul hingga dapat diambil keputusan yang terbaik. Bobot kriteria untuk menentukan kriteria yang lebih diutamakan. Semakin besar bobot, maka semakin diutamakan. Bobot untuk setiap kriteria penentuan prioritas tujuan tempat wisata, Jarak dari Berastagi (bobot 30%), Sarana dan Fasilitas (bobot 15%), Akses (15%), Jenis Wisata (Bobot 20%), Biaya Masuk (Bobot 15%), Kuliner (bobot 5%), dan Jaringan internet (5%). Nilai preferensi (V) menghasilkan alternatif yang diurutkan dari terbesar sampai terkecil. Preferensi terbesar merupakan prioritas wisata, dalam kasus ini Bukit Kubu Berastagi menjadi prioritas tujuan berdasarkan kriteria.

Penerapan SPK menggunakan Topsis, pada aplikasi menentukan prioritas tujuan wisata dapat disimpulkan.Implementasi metode TOPSIS dapat membantu penentuan Prioritas Tujuan Wisata Daerah pada Kabupaten Karo.Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan dengan SPK metode TOPSIS yang dibangun dengan web menghasilkan pengambil keputusan penentuan Prioritas Tujuan Wisata Daerah pada Kabupaten Karo.Metode TOPSIS yang dibangun menghasilkan pengambil keputusan dari urutan nilai C terbesar sampai nilai terkecil.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, pengembangan sistem dapat diperluas dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang memengaruhi kepuasan wisatawan, seperti kebersihan lingkungan dan keamanan. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan metode TOPSIS dengan metode pengambilan keputusan lainnya, seperti metode AHP atau SAW, untuk melihat keunggulan dan kelemahan masing-masing metode dalam konteks penentuan prioritas tujuan wisata. Ketiga, sistem dapat diintegrasikan dengan data real-time, seperti informasi cuaca dan kondisi lalu lintas, untuk memberikan rekomendasi yang lebih akurat dan relevan kepada wisatawan.

Read online
File size456.09 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test