UNTARUNTAR

Jurnal Mitra Teknik Industri (JMTI)Jurnal Mitra Teknik Industri (JMTI)

Penelitian ini dilakukan di PT. XYZ, perusahaan yang memproduksi carbon rod, dengan menerapkan metode Six Sigma menggunakan pendekatan DMAIC dan FMEA. Data diambil dari hasil produksi selama periode April 2024 hingga Maret 2025, yang menunjukkan rata-rata tingkat cacat atau defect sebesar 4,9%. Tahap awal penelitian dimulai dengan mengidentifikasi critical to quality (CTQ), yaitu kebutuhan produk carbon rod yang berkualitas tinggi dan mampu memenuhi permintaan pelanggan secara konsisten. Dilakukan pemetaan proses dan perhitungan performa kualitas menggunakan metode Six Sigma, yang menghasilkan nilai DPMO sebesar 6.997 dan level sigma sebesar 3,96. Hasil ini menunjukkan bahwa proses produksi perlu dilakukan perbaikan. Penyebab utama cacat dianalisis menggunakan diagram sebab-akibat berdasarkan lima jenis defect, yaitu patah, chipping, retak, berlubang, dan posisi miring, yang dipengaruhi oleh faktor manusia, mesin, metode, dan lingkungan kerja. Melalui analisis FMEA, ditemukan penyebab kegagalan dengan nilai FRPN tertinggi, seperti kecepatan mesin yang terlalu tinggi, kebersihan mesin dan alat produksi lainnya yang tidak diperhatikan atau diabaikan, serta kesalahan dalam penyetelan mesin. Usulan perbaikan dilakukan dengan pendekatan Kaizen melalui 5S dan five M-checklist, serta diimplementasikan dalam bentuk SOP dan checksheet. Hasilnya, tingkat defect berhasil ditekan dari 4,9% menjadi 3,5%.

Berdasarkan hasil analisis, terdapat beberapa faktor kritis yang menyebabkan cacat dalam proses produksi carbon rod di PT.XYZ, seperti kebersihan mesin yang tidak terjaga, kecepatan mesin centerless yang terlalu tinggi, dan kesalahan dalam penyetelan mesin cutting.Setelah implementasi perbaikan berupa SOP, checksheet, dan monitoring kerja, terjadi penurunan DPMO dari 6.953 dan peningkatan level sigma dari 3,96 menjadi 4,08, serta penurunan proporsi defect dari 4,9% menjadi 3,5%.Perbaikan juga meningkatkan kapabilitas proses dan kapabilitas proses Kane, menunjukkan dampak positif terhadap konsistensi dan kualitas produksi.

Pertama, perlu diteliti efektivitas penyesuaian parameter kecepatan mesin secara dinamis berdasarkan jenis bahan baku carbon rod, karena variasi kualitas bahan baku dapat memengaruhi kerentanan produk terhadap defect patah dan chipping. Kedua, penting untuk mengkaji penerapan sistem monitoring berbasis sensor pada proses finishing guna mendeteksi kondisi mesin secara real-time, seperti suhu, getaran, dan keausan alat potong, yang dapat menjadi pemicu awal defect retak atau miring. Ketiga, perlu dievaluasi penerapan pelatihan berbasis simulasi virtual untuk operator mesin, untuk memastikan konsistensi pemahaman terhadap SOP dan pengurangan kesalahan manusia dalam penyetelan mesin cutting dan centerless, terutama pada pergantian shift atau jenis produksi. Ketiga ide penelitian ini dapat memberikan pendekatan yang lebih preventif dan adaptif terhadap kendali kualitas, memperkuat efektivitas metode Six Sigma dan FMEA yang telah diterapkan sebelumnya. Dengan pendekatan otomasi, pemantauan kondisi mesin, dan pelatihan berbasis teknologi, perusahaan dapat mencapai level sigma yang lebih tinggi dan mengurangi ketergantungan pada kontrol manual. Studi lanjutan ini juga dapat membuka peluang integrasi sistem digital dalam manajemen kualitas produksi secara menyeluruh.

Read online
File size653.68 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test