UWKSUWKS

Jurnal Ilmiah Sosio AgribisJurnal Ilmiah Sosio Agribis

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi getah karet di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Sebanyak 60 petani karet dipilih sebagai responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah luas lahan, umur tanaman, dan tenaga kerja, sedangkan variabel dependen adalah produksi getah karet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi getah karet, sedangkan umur tanaman tidak berpengaruh secara signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,953 menunjukkan bahwa 95,3% variasi produksi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut. Model regresi juga telah memenuhi asumsi klasik, seperti normalitas, homoskedastisitas, tidak terjadi multikolinearitas, dan linearitas. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi penggunaan lahan dan pengelolaan tenaga kerja yang efektif sangat penting untuk meningkatkan produktivitas kebun karet rakyat.

Berdasarkan hasil penelitian, model regresi linier berganda yang digunakan terbukti valid dan memenuhi asumsi-asumsi klasik regresi.Uji normalitas residual menunjukkan penyebaran residual yang mendekati distribusi normal.Uji homoskedastisitas memperlihatkan tidak adanya pola khusus dalam scatter plot residual.Nilai VIF dari semua variabel independen menunjukkan tidak terjadi multikolinearitas yang serius.Hasil uji F (simultan) menunjukkan bahwa secara bersama-sama ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap produksi getah karet.Berdasarkan hasil uji t (parsial), variabel luas lahan dan tenaga kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produksi getah karet, sedangkan variabel umur tanaman tidak berpengaruh signifikan secara parsial.Nilai koefisien regresi menunjukkan bahwa luas lahan adalah variabel yang paling dominan memengaruhi produksi.Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,953 menunjukkan bahwa 95,3% variasi dalam produksi getah karet dapat dijelaskan oleh ketiga variabel dalam model.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara kebun karet rakyat dengan kebun karet skala besar untuk menganalisis perbedaan faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan teknologi penyadapan modern dan pola tanam tumpangsari untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Terakhir, studi tentang diversifikasi sistem agroforestri pada kebun karet dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga ekosistem.

Read online
File size265.43 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test