POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR
Jurnal Penyuluhan PertanianJurnal Penyuluhan PertanianSalah satu cara untuk menekan dampak negatif penggunaan pestisida pada tanaman padi dengan melakukan pengendalian hama secara terpadu. Adapun upaya pengendalian hama yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan organisme pengganggu tanaman secara fisik yaitu musuh alami seperti Trichogramma sp. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat partisipasi kelompok tani menganalisis karakteristik, faktor eksternal dan prinsip PHT terhadap tingkat partisipasi kelompok tani dalam pengendalian hama terpadu melalui pemanfaatan Trichogramma sp pada usahatani padi serta menyusun strategi penyuluhan dalam meningkatkan partisipasi kelompok tani. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dari 68 responden bahwa tingkat partisipasi kelompok tani pada tahap perencanaan sebesar 51,5% (sedang), tahap pelaksanaan sebesar 64,7% (sedang) pada tahap evaluasi 63,2% (sedang). Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi secara parsial yaitu, lama berusahatani (0,021), peran kelembagaan (0,032), lingkungan sosial dan budaya (0,000), pemanfaatan musuh alami (0,001), pemantauan secara rutin (0,000), serta petani sebagai ahli PHT (0,037). Berdasarkan nilai koefisien beta bernilai tinggi yang diambil dari indikator yang berpengaruh nyata terhadap variabel partisipasi, maka dirumuskan strategi untuk meningkatkan partisipasi kelompok tani melalui penguatan lingkungan sosial dan budaya, penguatan frekuensi pemantauan lahan dan tanaman sehingga petani mengetahui kondisi dan kebutuhan tanaman tersebut.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini antara lain tingkat partisipasi kelompok tani pada tahap perencanaan sebesar 51,5% berada pada kategori sedang, tahap pelaksanaan sebesar 64,7% berada pada kategori sedang, pada tahap evaluasi 63,2% berada pada kategori sedang.Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi secara parsial yaitu, lama berusahatani (0,021), peran kelembagaan (0,032), lingkungan sosial dan budaya (0,000), pemanfaatan musuh alami (0,001), pemantauan secara rutin (0,000), serta petani sebagai ahli PHT (0,037).Berdasarkan nilai koefisien beta bernilai tinggi yang diambil dari indikator yang berpengaruh nyata terhadap variabel partisipasi, maka dirumuskan strategi untuk meningkatkan partisipasi kelompok tani melalui penguatan lingkungan sosial dan budaya, penguatan frekuensi pemantauan lahan dan tanaman sehingga petani mengetahui kondisi dan kebutuhan tanaman tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan analisis lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi kelompok tani dalam pengendalian hama terpadu. Penelitian ini dapat fokus pada aspek-aspek seperti motivasi petani, pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengendalian hama, serta peran kelembagaan dalam mendukung partisipasi petani. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi strategi-strategi penyuluhan yang efektif dalam meningkatkan partisipasi kelompok tani, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam penyuluhan pertanian. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi dan mengembangkan strategi penyuluhan yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi kelompok tani dalam pengendalian hama terpadu dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
| File size | 138.78 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Metode penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan sebelumMetode penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest satu kelompok. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan sebelum
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dan data yang dikumpulkan berasal dari hasil wawancara dan pengisian angket. PopulasiPenelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dan data yang dikumpulkan berasal dari hasil wawancara dan pengisian angket. Populasi
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Kendala utama berhubungan dengan persepsi petani bahwa sistem ini rumit dan kurang mempengaruhi produksi serta keterbatasan tenaga tanam. Faktor-faktorKendala utama berhubungan dengan persepsi petani bahwa sistem ini rumit dan kurang mempengaruhi produksi serta keterbatasan tenaga tanam. Faktor-faktor
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan proportional random sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif dan analisis regresi linear berganda.Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan proportional random sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif dan analisis regresi linear berganda.
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Kementerian Pertanian telah menghadirkan cyber extension sebagai sarana bagi penyuluh di tingkat pusat maupun daerah. Penelitian bertujuan untuk menganalisisKementerian Pertanian telah menghadirkan cyber extension sebagai sarana bagi penyuluh di tingkat pusat maupun daerah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Penelitian ini menganalisis tingkat partisipasi petani dalam Jarkomluhdes, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta pengaruh faktor tersebut terhadap partisipasi.Penelitian ini menganalisis tingkat partisipasi petani dalam Jarkomluhdes, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta pengaruh faktor tersebut terhadap partisipasi.
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi petani dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi petani dalam pengendalianPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi petani dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi petani dalam pengendalian
POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR Umur merupakan faktor yang berhubungan namun tidak searah, sehingga saat umur petani meningkat maka partisipasi menurun. Sedangkan kegiatan penyuluhan,Umur merupakan faktor yang berhubungan namun tidak searah, sehingga saat umur petani meningkat maka partisipasi menurun. Sedangkan kegiatan penyuluhan,
Useful /
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Anemia masih menjadi masalah kesehatan utama di kalangan wanita hamil di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 50–63%. Selain suplemen zat besi, intervensiAnemia masih menjadi masalah kesehatan utama di kalangan wanita hamil di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 50–63%. Selain suplemen zat besi, intervensi
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Rata-rata jarak AB, AD, CB, dan CD secara konsisten lebih pendek pada kelompok CPD (rata-rata ~5,7-5,8 cm) dibandingkan dengan kelompok kontrol (rata-rataRata-rata jarak AB, AD, CB, dan CD secara konsisten lebih pendek pada kelompok CPD (rata-rata ~5,7-5,8 cm) dibandingkan dengan kelompok kontrol (rata-rata
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Participants received rose aromatherapy via inhalation for 10 minutes. Labor pain was measured before and after the intervention using the Numeric RatingParticipants received rose aromatherapy via inhalation for 10 minutes. Labor pain was measured before and after the intervention using the Numeric Rating
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Pola risiko U‑shape pola ini menegaskan pentingnya penilaian gizi rutin menggunakan BMI, MUAC, dan GWG sebagai bagian dari praktik perawatan antenatal,Pola risiko U‑shape pola ini menegaskan pentingnya penilaian gizi rutin menggunakan BMI, MUAC, dan GWG sebagai bagian dari praktik perawatan antenatal,