POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR

Jurnal Penyuluhan PertanianJurnal Penyuluhan Pertanian

Resiko budidaya cabai sangat tinggi akibat dari fluktuasi harga cabai dan tingginya serangan OPT, oleh karena itu sistem kemitraan menjadi salah satu solusinya. Kemitraan usahatani merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui kerja sama dengan prinsip saling menguntungkan. Pengkajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat preferensi petani terhadap pola kemitraan usahatani cabai merah dengan cara menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi petani, dan merumuskan strategi peningkatan preferensi petani terhadap pola kemitraan dalam usaha tani cabai merah. Penelitian ini dilaksanakan bulan April sampai dengan Juni 2023 di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Sampel penelitian melibatkan 56 petani yang usaha taninya khusus komoditas tanaman cabai merah. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan proportional random sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Preferensi petani terhadap pola kemitraan usahatani cabai merah berada pada kategori sedang; (2) Preferensi petani terhadap pola kemitraan usahatani cabai merah secara nyata dipengaruhi oleh faktor pola kemitraan usaha tani; dan (3) Strategi meningkatkan preferensi petani terhadap pola kemitraan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh aspek pada faktor pola kemitraan usahatani, yang meliputi indikator jaminan permodalan, pemberian bimbingan teknis, jaminan kepastian pasar, dan kinerja kemitraan.

Preferensi petani terhadap pola kemitraan usahatani cabai merah di Kecamatan Cipanas berada pada kategori sedang, dipengaruhi oleh aspek penerapan, kepentingan, dan keinginan.Faktor pola kemitraan usahatani secara signifikan memengaruhi preferensi tersebut.Strategi peningkatan meliputi optimalisasi jaminan permodalan, bimbingan teknis, kepastian harga, kinerja kemitraan, serta memperhatikan posisi tawar petani agar kemitraan lebih menarik.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana platform digital dapat memperbaiki alur informasi antara petani cabai merah, mitra usaha, dan pasar, serta mengukur dampaknya terhadap pendapatan petani dan stabilitas harga. Selanjutnya, perlu dilakukan studi komparatif mengenai pengaruh ukuran lahan (lahan sempit vs lahan menengah) terhadap kecenderungan petani bergabung dalam model kemitraan, dengan pendekatan campuran untuk menggali faktor sosial‑ekonomi yang mendasari keputusan tersebut. Selain itu, peran penyuluh sebagai inovator dalam merancang modul pelatihan partisipatif untuk model kemitraan harus dievaluasi, dengan mengukur perubahan persepsi keadilan, posisi tawar, dan adopsi praktik kemitraan oleh petani. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam untuk merumuskan kebijakan kemitraan yang inklusif, berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan petani cabai merah.

Read online
File size261.41 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test