POLBANGTANBOGORPOLBANGTANBOGOR

Jurnal Penyuluhan PertanianJurnal Penyuluhan Pertanian

Petani menghadapi perubahan iklim global yang mengganggu pola curah hujan, meningkatkan risiko kekeringan, dan berdampak pada produktivitas kopi. Penurunan hasil panen kopi dapat mengancam stabilitas pendapatan dan kualitas hidup petani. Untuk mengatasi hal ini, lembaga swasta telah menyelenggarakan Program Budidaya Kopi Cerdas Iklim, sertifikasi 4C, dan Rainforest Alliance (RA) untuk mendorong praktik adaptif dan memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh karakteristik petani dan peran kelembagaan terhadap teknik budidaya dalam Sertifikasi Kopi Cerdas Iklim (KSCI), dan bagaimana hal ini berdampak pada kesejahteraan petani. Desain penelitian kuantitatif menggunakan SEM-PLS dengan data yang dikumpulkan dari 317 petani kopi bersertifikat KSCI. Hasil empiris menunjukkan bahwa peran kelembagaan memiliki pengaruh langsung yang kuat dan dominan terhadap tingkat implementasi budidaya kopi bersertifikat cerdas iklim, sementara pengaruh karakteristik petani relatif lemah. Kedua aspek ini berkontribusi 64,3% terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Peran kelembagaan diidentifikasi sebagai faktor yang paling berpengaruh, dan implementasi KSCI ditemukan sebagai prediktor terkuat peningkatan kesejahteraan. Temuan ini secara signifikan membantah skeptisisme sebelumnya bahwa sertifikasi tidak berdampak substansial terhadap kesejahteraan. Implementasi budidaya kopi KSCI, yang terintegrasi dengan peran kelembagaan yang aktif, merupakan mediator strategis bagi transformasi.

Kesejahteraan petani kopi robusta di kawasan hutan Jember sangat bergantung pada sinergi faktor eksternal dan internal, dimana peran kelembagaan PBKCI bertindak sebagai faktor dominan yang secara strategis memfasilitasi tingkat penerapan teknologi budidaya kopi robusta Sertifikasi Kopi Cerdas Iklim (KSCI) sebagai mediator kunci peningkatan kesejahteraan.Dengan kontribusi gabungan sebesar 64,3 %, temuan ini menegaskan bahwa KSCI efektif meningkatkan kualitas, ketahanan iklim, dan harga jual kopi hanya jika didukung oleh dukungan kelembagaan yang terintegrasi dan aktif dalam bentuk pendampingan teknis dan akses pasar.Oleh karena itu, rekomendasi teknisnya adalah kepada PBKCI dan Dinas terkait untuk menguatkan program pendampingan yang berfokus pada implementasi berkelanjutan praktik KSCI seperti peremajaan dan agroforestri serta menjamin harga premium melalui kemitraan pasar bersertifikasi.

Bagaimana peran kelembagaan PBKCI dapat disesuaikan untuk meningkatkan adopsi praktik KSCI di kalangan petani berbasis lahan kecil; bagaimana perbandingan dampak KSCI terhadap kesejahteraan petani antara kawasan hutan dengan lahan non-hutan di Jember; bagaimana kombinasi teknologi digital dan pendampingan berbasis komunitas dapat memperbesar efektivitas program PBKCI dalam meningkatkan produk dan pendapatan petani kopi robusta.

  1. Rumus Slovin : Panacea Masalah Ukuran Sampel ? | Santoso | Suksma: Jurnal Psikologi Universitas Sanata... doi.org/10.24071/suksma.v4i2.6434Rumus Slovin Panacea Masalah Ukuran Sampel Santoso Suksma Jurnal Psikologi Universitas Sanata doi 10 24071 suksma v4i2 6434
  2. Keberdayaan Petani Menerapkan Budidaya Kopi Robusta Cerdas Iklim Tersertifikasi Dan Dampaknya Pada Kesejahteraan... jurnal.polbangtan-bogor.ac.id/index.php/jpp/article/view/1194Keberdayaan Petani Menerapkan Budidaya Kopi Robusta Cerdas Iklim Tersertifikasi Dan Dampaknya Pada Kesejahteraan jurnal polbangtan bogor ac index php jpp article view 1194
Read online
File size551.4 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test