JIECRJIECR

Journal of Innovation in Educational and Cultural ResearchJournal of Innovation in Educational and Cultural Research

Penelitian ini terinspirasi oleh relevansi sikap sosial positif dalam mengembangkan hubungan harmonis dengan orang lain, termasuk teman sebaya, keluarga, dan masyarakat. Penelitian ini menyelidiki bagaimana media digital yang diferensiasi, yang berakar pada nilai-nilai budaya dan cerita rakyat Bali, mempengaruhi perspektif sosial siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang diadopsi adalah kuantitatif dengan komponen eksperimental. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital yang berakar pada budaya Bali, khususnya melalui cerita rakyat, secara signifikan meningkatkan sikap sosial siswa, termasuk saling membantu, empati, toleransi, hidup damai, dan partisipasi sosial. Peningkatan ini erat kaitannya dengan pesan budaya yang tertanam dalam cerita-cerita tersebut. Hasil penelitian mendukung penelitian sebelumnya bahwa cerita rakyat, sebagai artefak budaya dengan pesan moral yang kuat, dapat membentuk perilaku masa depan. Penelitian ini menekankan pentingnya mengintegrasikan warisan budaya ke dalam alat pembelajaran digital untuk membangun nilai moral dan sosial. Langkah-langkah yang direkomendasikan termasuk memproduksi lebih banyak sumber belajar yang berbasis budaya, memberikan pelatihan guru untuk menerapkan materi yang kaya budaya, dan melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi dampak jangka panjang media digital berbasis cerita rakyat terhadap pendidikan karakter.

Penggunaan media digital yang berbasis cerita rakyat Bali membantu meningkatkan sikap sosial siswa sekolah dasar dengan menegaskan nilai-nilai moral seperti saling membantu, empati, toleransi, dan harmoni.Penelitian ini menunjukkan bahwa ketika cerita rakyat diintegrasikan ke dalam media digital diferensiasi, dampaknya menjadi lebih dalam dan dapat diukur dalam pengaturan kelas.guru dapat mengadopsi pendekatan ini untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan berorientasi nilai, pengembang kurikulum dapat memasukkan budaya lokal ke dalam program pendidikan formal, dan pengembang teknologi pendidikan dapat merancang media yang kaya budaya untuk mendukung upaya pendidikan karakter nasional.Dalam jangka panjang, aplikasi ini dapat berkontribusi pada pengembangan generasi siswa yang lebih empati, toleran, dan kohesif secara sosial.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi longitudinal untuk menilai keberlanjutan efek ini dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain itu, studi komparatif di berbagai daerah dan latar belakang budaya akan membantu menentukan generalisasi pendekatan ini dan mengidentifikasi elemen budaya spesifik yang paling efektif untuk pengembangan moral. Kolaborasi lintas disiplin antara pendidikan, studi budaya, media digital, dan psikologi dapat membuka jalan baru untuk merancang kerangka pendidikan karakter holistik yang inovatif secara teknologi dan otentik secara budaya. Temuan penelitian ini memberikan bukti yang meyakinkan tentang efektivitas mengintegrasikan narasi budaya lokal ke dalam teknologi pendidikan modern. Penerapan media interaktif yang berbasis cerita rakyat Bali telah terbukti secara signifikan meningkatkan perkembangan sikap sosial siswa, tercermin dalam peningkatan empati, kerjasama, dan toleransi mereka. Transformasi ini dapat dikaitkan dengan kemampuan unik pembelajaran berbasis narasi - terutama ketika relevan secara budaya - untuk melibatkan siswa secara emosional dan moral, sehingga nilai-nilai sosial abstrak menjadi lebih konkret dan dapat dirasakan dalam pengalaman hidup mereka. Penggunaan media interaktif diferensiasi memungkinkan inklusivitas yang lebih besar dalam proses pembelajaran, memastikan bahwa siswa dengan kebutuhan, preferensi, dan kemampuan belajar yang beragam dapat mengakses dan memperoleh manfaat dari konten moral dan sosial yang sama. Dengan menggabungkan diferensiasi dengan cerita rakyat, media ini menciptakan pengalaman belajar yang dipersonalisasi yang tidak hanya memperkuat pemahaman tetapi juga mempromosikan internalisasi nilai yang bermakna. Melalui animasi, tugas interaktif, dan aktivitas reflektif yang berakar pada cerita rakyat Bali, siswa didorong untuk memeriksa situasi sosial secara kritis, mempertimbangkan dilema etis, dan mengembangkan rasa tanggung jawab sosial yang lebih dalam. Pendekatan ini juga menunjukkan bagaimana teknologi modern dapat menjadi jembatan antara kebijaksanaan budaya tradisional dan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Alih-alih memperlakukan cerita rakyat sebagai sesuatu yang statis atau usang, media interaktif menghidupkan kembali cerita-cerita tersebut, menyajikannya dalam format dinamis dan ramah siswa yang mempertahankan keterlibatan dan rasa ingin tahu. Dengan demikian, cerita rakyat diposisikan sebagai sumber pedagogis yang hidup yang tetap relevan dan kuat dalam membentuk karakter dan pandangan dunia siswa muda. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan nilai mengintegrasikan warisan budaya lokal ke dalam lingkungan pembelajaran digital diferensiasi sebagai cara untuk menumbuhkan sikap sosial dalam pendidikan dasar. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya sah secara pedagogis tetapi juga bermakna secara kontekstual, memberikan siswa fondasi yang berakar budaya untuk membangun perilaku yang bertanggung jawab secara sosial. Inovasi ini menjanjikan untuk praktik pendidikan masa depan, menunjukkan bahwa campuran tradisi dan teknologi dapat menciptakan pengalaman belajar holistik yang berbasis nilai yang beresonansi dalam dengan siswa.

  1. Differentiated Interactive Media Based on Balinese Folklore: A Solution for Fostering Elementary School... doi.org/10.46843/jiecr.v7i1.2301Differentiated Interactive Media Based on Balinese Folklore A Solution for Fostering Elementary School doi 10 46843 jiecr v7i1 2301
Read online
File size249.43 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test