POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG

Just a moment...Just a moment...

RSIA Mutiara Bunda adalah rumah sakit tipe C dengan 89-94% pasiennya menggunakan BPJS Kesehatan. Kondisi saat ini rumah sakit sedang mengembangkan SIMRS namun masih menggunakan berkas rekam medis manual untuk melengkapi bukti klaim BPJS rawat inap. Pada penelitian pendahuluan ditemukan 99% berkas rekam medis tidak sesuai dengan standar pengembalian berkas 2x24 jam dan tidak sesuai dengan batas waktu penyelesaian klaim yang ditetapkan oleh rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penyelesaian klaim BPJS rawat inap berbasis lean hospital. Penelitian merupakan mix-method sequential exploratory, berupa observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi aktivitas yang dilakukan pada proses penyelesaian klaim berkas rawat inap pasien BPJS di RSIA Mutiara Bunda Padang dan mengidentifikasi aktivitas yang bernilai guna (Value-Added), yang tidak bernilai guna (Non Value-Added), dan yang tidak bernilai guna namun masih dibutuhkan (Necessary Non Value-Added. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase aktivitas penyelesaian klaim berkas rawat inap pasien BPJS di RSIA Mutiara Bunda terdiri dari VA sebesar 1,47%, NNVA sebesar 1,30% dan NVA sebesar 97,23% (berupa waktu tunggu /idle).

Sebagian besar aktivitas yang dilakukan pada proses penyelesaian klaim BPJS rawat inap di RSIA Mutiara Bunda Padang adalah aktivitas yang tidak bernilai guna (Non Value-Added) dengan persentase durasi waktu sebanyak 97,23% yang berupa waiting time.Waiting time yang terjadi merupakan jenis pemborosan pada lean hospital yang dapat dihindari dengan perbaikan sistem.Penelitian lanjut dibutuhkan untuk melakukan redesain proses kerja penyelesaian klaim agar terlaksananya sistem yang efektif dan efisien.

Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan waiting time yang signifikan dalam proses penyelesaian klaim, seperti koordinasi antar unit yang kurang efektif atau adanya kendala dalam sistem informasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model implementasi lean hospital yang lebih adaptif terhadap karakteristik rumah sakit, dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia dan kompleksitas proses yang ada. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak implementasi lean hospital terhadap efisiensi proses, kepuasan pasien, dan kinerja keuangan rumah sakit, sehingga dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat tentang manfaat penerapan lean hospital.

  1. Analisis Value Added Activity Berbasis Lean Hospital Pada Penyelesaian Klaim BPJS Rawat Inap RSIA Mutiara... doi.org/10.31983/jrmik.v8i2.11867Analisis Value Added Activity Berbasis Lean Hospital Pada Penyelesaian Klaim BPJS Rawat Inap RSIA Mutiara doi 10 31983 jrmik v8i2 11867
  2. "Kinerja Rumah Sakit Swasta dengan Pembayaran INA CBGs di Era Jaminan K" by Atik Nurwahyuni... doi.org/10.7454/eki.v4i2.3822Kinerja Rumah Sakit Swasta dengan Pembayaran INA CBGs di Era Jaminan K by Atik Nurwahyuni doi 10 7454 eki v4i2 3822
  3. Digitalization of Outpatient Services Based on Lean Management to Reduce Waiting Time in Government Hospital... ijaseit.insightsociety.org/index.php/ijaseit/article/view/17212Digitalization of Outpatient Services Based on Lean Management to Reduce Waiting Time in Government Hospital ijaseit insightsociety index php ijaseit article view 17212
  4. Penelitian Kombinasi (Mixed Methods) | ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin. penelitian kombinasi... doi.org/10.56799/jim.v3i2.2772Penelitian Kombinasi Mixed Methods ULIL ALBAB Jurnal Ilmiah Multidisiplin penelitian kombinasi doi 10 56799 jim v3i2 2772
Read online
File size459.48 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test