PNCPNC

InfotekmesinInfotekmesin

Aplikasi dari teknologi CNC di industri furnitur sudah menjadi hal yang biasa, selain penggunaannya pada industri logam maupun plastik. Penggunaan panel HMR (High Moisture Resistant) yang lebih baik secara ketahanan terhadap kelembaban dibandingkan dengan MDF (Medium Density Fiberboard) juga mulai berkembang, namun masih sedikit studi yang mempelajari efek dari variasi parameter permesinan terhadap kualitas hasil potong papan HMR. Studi ini bertujuan untuk menguji efek dari parameter permesinan (metode penyayatan dan kedalaman penyayatan) terhadap dimensi dan kekasaran akhir permukaan benda kerja. Empat skema pengaturan parameter permesinan yakni dengan metode konvensional dan climb dengan masing-masing kedalaman penyayatan 2 mm dan 4 mm telah dilakukan masing-masing tiga kali repetisi. Setelah pengujian diperoleh hasil jika, metode sayat, kedalaman penyayatan serta interaksi antara metode sayat dan kedalaman sayat tidak berpengaruh signifikan terhadap dimensi panjang dan lebar spesimen, namun metode sayat berpengaruh signifikan terhadap kekasaran permukaan akhir spesimen. Metode penyayatan konvensional dengan kedalaman sayat 2 mm menghasilkan kekasaran permukaan paling baik yakni sebesar 26,47µm.

Serangkaian pengujian pemotongan spesimen menggunakan mesin CNC milling dengan empat skema telah dilakukan, dengan variasi dari parameter yakni.Dari pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan jika variasi dari metode sayat, kedalaman penyayatan maupun interaksi dari keduanya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap dimensi panjang dan dimensi lebar dari spesimen yang dihasilkan, sedangkan kekasaran permukaan akhir spesimen sangat dipengaruhi oleh metode penyayatan, namun tidak dipengaruhi secara signifikan oleh kedalaman penyayatan maupun interaksi antara kedalaman penyayatan dan metode penyayatan.Nilai kekasaran permukaan paling rendah dan dimensi hasil potong yang ideal diperoleh dengan menerapkan pengaturan metode penyayatan konvensional, dengan kedalaman sayat yang kecil yakni 2 mm.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh variasi kecepatan spindle terhadap kekasaran permukaan pada papan HMR, sehingga dapat diketahui apakah kecepatan yang lebih tinggi dapat menurunkan nilai Ra secara signifikan. Selain itu, studi dapat dilakukan dengan menambahkan variasi jenis alat potong (misalnya end‑mill dengan jumlah flutes berbeda) untuk menentukan kombinasi alat dan parameter yang menghasilkan permukaan paling halus pada material HMR. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti efek suhu pemotongan pada kualitas permukaan dan dimensi hasil potong, dengan mengukur suhu zona pemotongan secara real‑time dan menghubungkannya dengan perubahan mikrostruktur kayu, sehingga memberikan panduan operasional yang lebih komprehensif bagi industri furnitur.

  1. Pengaruh Metode Penyayatan dan Kedalaman Penyayatan terhadap Dimensi dan Kekasaran Permukaan Kayu Olahan... doi.org/10.35970/infotekmesin.v16i1.2537Pengaruh Metode Penyayatan dan Kedalaman Penyayatan terhadap Dimensi dan Kekasaran Permukaan Kayu Olahan doi 10 35970 infotekmesin v16i1 2537
  2. Research on the Optimal Allocation of Tolerances of CNC Machine Tools Based on Small Deformation of Grinding... doi.org/10.21203/rs.3.rs-903136/v1Research on the Optimal Allocation of Tolerances of CNC Machine Tools Based on Small Deformation of Grinding doi 10 21203 rs 3 rs 903136 v1
  3. Journal of Materials and Engineering. journal materials engineering articles press current issue archive... doi.org/10.61552/jme.2023.01.005Journal of Materials and Engineering journal materials engineering articles press current issue archive doi 10 61552 jme 2023 01 005
  4. DEVELOPMENT OF SMART BOARD MEDIA ON THE ABILITY TO COUNT ADDITION AND SUBTRACTION MATERIALS IN GRADE... jurnal.umt.ac.id/index.php/prima/en/article/view/11322DEVELOPMENT OF SMART BOARD MEDIA ON THE ABILITY TO COUNT ADDITION AND SUBTRACTION MATERIALS IN GRADE jurnal umt ac index php prima en article view 11322
Read online
File size603.94 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test