PNMPNM

JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)

Stasiun kereta api merupakan prasarana kereta api sebagai tempat pemberangkatan dan pemberhentian kereta api yang terdiri atas emplasemen stasiun dan bangunan stasiun. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM. 29 Tahun 2011, bangunan stasiun terdiri atas gedung, peron dan instalasi pendukung, termasuk pemadam kebakaran yang berjenis hydran dengan selang dan/atau tabung serta sprinkle. Jika terjadi kebakaran di stasiun kereta api yang lambat ditanganin maka dapat menyebabkan kerusakan yang membesar dan meluas serta membahayakan penumpang hingga prasarana kereta api lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk membuat sebuah alat yang bersumber dari solar cell untuk menanggulangi dan mendeteksi kebakaran di stasiun. Dari hasil pengujian alat ini mampu mengontrol pompa secara otomatis untuk memompa air yang digunakan untuk memadamkan api. Ketika sensor api dan sensor suhu mendeteksi sumber api dengan suhu melebihi 55℃ maka buzzer akan menyala dan pompa ON, sebaliknya ketika sensor flame tidak mengidentifikasi adanya api maka buzzer akan tidak berfungsi dan relay akan bekerja sebagai fungsi OFF pompa DC.

Pembuatan desain alat rancang bangun pendeteksi kebakaran dengan sumber panel surya (solar cell) yang memanfaatkan energi matahari dan sistem kontrolnya telah berfungsi dengan baik.Data sensor yang ditampilkan pada LCD secara efektif menunjukkan pembacaan suhu dan indikasi kebakaran, memungkinkan pompa air memadamkan api dengan cepat.Sistem ini secara otomatis mengaktifkan buzzer dan pompa ketika sensor flame mendeteksi sumber api dan suhu melebihi 55℃, sehingga dapat menanggulangi kebakaran di stasiun kereta api dengan efisien.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada peningkatan kemampuan deteksi api agar lebih efektif dan dapat diandalkan dalam berbagai kondisi di lingkungan stasiun kereta api. Salah satu arah yang menarik adalah mengembangkan cara agar sensor api tidak hanya mendeteksi sumber api yang tenang dalam jarak dekat, melainkan juga mampu mengidentifikasi api yang bergerak atau bergejolak, serta beroperasi dengan akurat meskipun ada gangguan cahaya terang seperti sinar matahari. Ini bisa dicapai dengan menggabungkan beberapa jenis sensor api atau menggunakan teknologi pengolahan citra termal yang lebih canggih, yang kemudian datanya dianalisis menggunakan algoritma khusus untuk membedakan api nyata dari pantulan cahaya atau sumber panas lain. Selain itu, penting untuk secara eksplisit mengintegrasikan deteksi asap dan gas berbahaya sebagai indikator dini kebakaran ke dalam logika utama sistem. Bagaimana sistem dapat memanfaatkan data dari sensor asap (seperti MQ-2 yang sudah diuji) bersamaan dengan sensor suhu dan api untuk memberikan peringatan lebih awal dan lebih akurat, sehingga tindakan pemadaman dapat dilakukan lebih cepat sebelum api membesar? Terakhir, mengingat luasnya area stasiun kereta api, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana beberapa unit alat pendeteksi kebakaran bertenaga surya ini dapat bekerja sama secara terpadu. Bagaimana cara terbaik untuk membangun jaringan komunikasi antarunit ini, misalnya dengan teknologi nirkabel berdaya rendah, agar mereka dapat berbagi informasi tentang lokasi dan keparahan kebakaran secara real-time ke pusat kontrol? Dengan demikian, sistem dapat menyediakan cakupan perlindungan yang lebih komprehensif dan respons yang terkoordinasi untuk seluruh area stasiun.

Read online
File size606.96 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test