IAINPTKIAINPTK

Journal of Islamic LawJournal of Islamic Law

Regulasi pencatatan perkawinan di beberapa negara Muslim cenderung menekankan aspek administratif daripada substansial. Bagi komunitas Adat Melayu di Koto Kampar Hulu, Riau, Indonesia, kewajiban mereka tidak hanya terbatas pada pemenuhan administrasi perkawinan dalam hukum negara, tetapi juga melibatkan proses mendapatkan izin dari ninik mamak (tokoh adat). Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis administrasi perkawinan dalam konteks hukum adat dan hukum negara di kalangan komunitas Adat Melayu, serta mengungkap strategi hukum alternatif yang mereka terapkan untuk mengelabui administrasi perkawinan adat. Penelitian lapangan dilakukan melalui wawancara dengan 16 informan kunci dan observasi langsung terhadap kelengkapan administrasi perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Adat Melayu harus mengatasi administrasi perkawinan ganda, yaitu hukum adat dan hukum negara, guna mendapatkan legalitas perkawinan di hadapan negara. Izin dari ninik mamak menjadi dasar untuk memperoleh dokumen-dokumen dari kepala desa, persyaratan administratif untuk pencatatan perkawinan di kantor urusan agama setempat. Otoritas ninik mamak dalam pemberian izin perkawinan bertujuan untuk menyelesaikan konflik dan tanggungan adat sebelum perkawinan, sambil melestarikan identitas dan tradisi masyarakat adat. Bagi masyarakat yang mengabaikan administrasi adat, mereka mengadopsi strategi hukum alternatif seperti perkawinan siri atau pindah domisili ke desa lain. Keselarasan antara hukum adat dan hukum negara tercermin dalam studi ini, khususnya dalam konteks pencatatan perkawinan.

Dalam konteks perkawinan di komunitas Adat Melayu di Koto Kampar Hulu, terdapat dinamika kompleks antara hukum negara, hukum adat, dan peran ninik mamak.Proses administrasi perkawinan ganda, yang melibatkan persetujuan ninik mamak dan persyaratan administratif negara, mencerminkan harmoni hubungan antara hukum adat dan hukum negara dalam konteks pencatatan perkawinan.Namun, sanksi adat bagi mereka yang melanggar norma adat menekankan pentingnya peran ninik mamak dalam menjaga keseimbangan sosial dan moral di masyarakat.Akibatnya, pasangan yang tidak mendapatkan izin ninik mamak berusaha menghindari sanksi adat melalui strategi hukum alternatif seperti nikah sirri atau pindah ke desa lain.Pembahasan ini menggambarkan kompleksitas interaksi antara aturan adat, kebutuhan akan legalitas negara, dan dinamika sosial dalam menjaga identitas dan nilai-nilai budaya.

Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengkaji lebih lanjut implikasi sosial dan hukum dari praktik nikah sirri di komunitas Adat Melayu, termasuk dampak terhadap hak-hak perempuan dan anak dalam pernikahan yang tidak terdaftar secara resmi.. . 2. Meneliti strategi alternatif yang digunakan oleh komunitas adat untuk menghindari sanksi adat, dan bagaimana strategi ini mempengaruhi dinamika sosial dan budaya di dalam komunitas tersebut.. . 3. Menganalisis peran ninik mamak dalam menjaga identitas dan tradisi komunitas Adat Melayu, serta bagaimana peran ini dapat diselaraskan dengan hukum negara dalam konteks pernikahan dan administrasi perkawinan.

  1. Solving Pregnancy Out-of-Wedlock: ‘Dual Validity’ of Ngampang Marriage among Dayak Muslim... doi.org/10.24260/jil.v4i2.1283Solving Pregnancy Out of Wedlock AoDual ValidityAo of Ngampang Marriage among Dayak Muslim doi 10 24260 jil v4i2 1283
  2. El-Usrah;Jurnal El-Usrah;Jurnal El-Usrah: Jurnal Hukum Kelua. pengembalian tanda pertunangan gagal pernikahan... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/usrah/article/view/7636El Usrah Jurnal El Usrah Jurnal El Usrah Jurnal Hukum Kelua pengembalian tanda pertunangan gagal pernikahan jurnal ar raniry ac index php usrah article view 7636
  3. A Set of Prayer Outfits as a Mahar? Discrimination against Women in the ʻUrf Reality of... doi.org/10.30631/alrisalah.v20i1.567A Set of Prayer Outfits as a Mahar Discrimination against Women in the yOAUrf Reality of doi 10 30631 alrisalah v20i1 567
  4. Tunggu Tubang as a Method for Peaceful Inheritance Distribution of Semende Indigenous Peoples/Tunggu... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/syariah/article/view/11028Tunggu Tubang as a Method for Peaceful Inheritance Distribution of Semende Indigenous Peoples Tunggu ejournal uin malang ac index php syariah article view 11028
Read online
File size564.82 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test