STITMUBASTITMUBA

Jurnal Ilmiah dan PenelitianJurnal Ilmiah dan Penelitian

Radikalisme agama menjadi ancaman serius bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Santri sebagai generasi penerus umat Islam perlu mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang moderasi beragama untuk mencegah infiltrasi paham radikal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi moderasi beragama kepada santri di Pondok Pesantren Al-Hidayah Kabupaten Bangkalan sebagai upaya preventif terhadap radikalisme. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan studi kasus dengan melibatkan 75 santri tingkat aliyah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman santri tentang moderasi beragama dari rata-rata skor 65,3 menjadi 84,7 berdasarkan pre-test dan post-test. Evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan peserta mencapai 88% dengan kategori sangat baik. Kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam membangun kesadaran santri akan pentingnya moderasi beragama sebagai benteng pencegahan radikalisme di lingkungan pesantren.

Peningkatan pemahaman santri tentang moderasi beragama sangat signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata skor dari 65,3 menjadi 84,7.Santri mampu mengidentifikasi ciri-ciri paham radikal, memahami pentingnya toleransi dalam kerangka ajaran Islam, dan menyadari peran mereka sebagai agen perdamaian di masyarakat.Metode pembelajaran yang partisipatif dan variatif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan mengubah sikap santri.Kombinasi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi memberikan pengalaman belajar yang komprehensif.Tingkat kepuasan peserta yang mencapai 88% menunjukkan bahwa kegiatan ini diterima dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi santri.Keberhasilan kegiatan ini memberikan beberapa rekomendasi untuk pengembangan program serupa, yaitu melakukan kegiatan lanjutan secara berkala, mengintegrasikan materi moderasi beragama dalam kurikulum pesantren, memberikan pelatihan bagi para ustadz dan pengasuh pesantren, mengembangkan modul atau bahan ajar moderasi beragama yang kontekstual, serta memperluas kegiatan serupa ke pesantren-pesantren lain sebagai upaya deradikalisasi preventif yang sistematis dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: Pertama, mengukur dampak jangka panjang dari edukasi moderasi beragama terhadap perilaku dan sikap santri dalam kehidupan sehari-hari. Apakah edukasi ini mampu mengubah perilaku santri menjadi lebih toleran dan moderat dalam jangka panjang? Kedua, mengeksplorasi strategi-strategi inovatif dalam penyampaian materi moderasi beragama, seperti penggunaan media digital atau platform online untuk menjangkau santri secara luas dan berkelanjutan. Bagaimana media digital dapat digunakan untuk memperkuat pemahaman santri tentang moderasi beragama? Ketiga, meneliti efektivitas pelatihan bagi para ustadz dan pengasuh pesantren dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama. Apakah pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam menjadi role model dan fasilitator moderasi beragama? Dengan mempertimbangkan saran-saran di atas, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan strategi edukasi moderasi beragama yang lebih komprehensif, berkelanjutan, dan efektif dalam mencegah radikalisme di kalangan santri.

Read online
File size274.48 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test