IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO
Jurnal LedaleroJurnal LedaleroPada dasarnya, budaya modern berkembang melalui pengelolaan konflik normatif non-violent. Dengan pengakuan kebebasan beragama sebagai hak asasi manusia dasar, negara dan agama secara institusional dipisahkan: politik tidak lagi berurusan dengan kebenaran, melainkan menjaga perdamaian antara berbagai kepercayaan. Namun, perbedaan institusional ini tercermin dalam berbagai bentuk pengaturan politik di dunia Islam, sehingga hubungan antara agama dan politik tidak dapat kembali ke satu model (barat) sebagai norma. Analisis korelasi antara agama dan politik memerlukan pemahaman yang tepat tentang hubungan antara agama dan budaya, karena kesamaan ini dapat menegaskan ambivalensi agama: di satu sisi agama dapat mengkritik budaya, di sisi lain agama dapat menjadi bentuk absolut yang memanipulasi politik. Kesadaran akan ambivalensi ini mendorong kolaborasi antara agama dan budaya untuk mengurangi penderitaan manusia.
Pengelolaan pluralitas serta pemahaman tentang hubungan agama‑politik sangat bergantung pada pemahaman tentang kaitan agama dengan budaya, di mana agama selalu hadir dalam bentuk sosio‑budaya.Agama‑agama merenungkan diri sebagai universal namun mengakui keberagaman budaya.kebudayaan dipandang ambivalen, memberi ruang bagi kritik serta peningkatan.Kesadaran akan ambivalensi agama dapat membantu umat beragama mengembangkan potensi konstruktif dalam menjunjung nilai kemanusiaan universal serta menanggapi aspek-aspek inhuman dalam tradisi keagamaan.
1. Mengkaji bagaimana model sekularitas lembaga di Indonesia dapat diadaptasi agar tetap menghormati pluralitas keagamaan dan budaya tanpa menghilangkan peran agama dalam ranjau kebijakan publik, serta menilai dampaknya terhadap koeksistensi damai.. 2. Menyelidiki interaksi antara identitas keagamaan dan praktik politik di komunitas Muslim Jawa, khususnya perbandingan antara santri dan abangan, untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik dan persepsi demokrasi.. 3. Menganalisis peran dialog antar‑agama sebagai mekanisme mitigasi konflik dalam konteks pertentangan kepentingan politik, mengidentifikasi elemen-elemen kunci yang memfasilitasi atau menghambat dialog tersebut serta mengevaluasi kebijakan pemerintah yang dapat memperkuat ruang dialog tersebut.
| File size | 267.06 KB |
| Pages | 30 |
| DMCA | Report |
Related /
YPIDATHUYPIDATHU Keuangan Islam terbukti menjadi alat yang kuat namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk pemberdayaan ekonomi di daerah pedesaan Indonesia.meskipunKeuangan Islam terbukti menjadi alat yang kuat namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk pemberdayaan ekonomi di daerah pedesaan Indonesia.meskipun
IC MESIC MES Dalam artikel ini, penulis akan membahas fenomena ini dengan menggunakan teori sekuritisasi, untuk menjawab pertanyaan apakah terorisme benar-benar mengancamDalam artikel ini, penulis akan membahas fenomena ini dengan menggunakan teori sekuritisasi, untuk menjawab pertanyaan apakah terorisme benar-benar mengancam
ILMUBERSAMAILMUBERSAMA Penggunaan model CNN dalam penelitian ini disesuaikan dengan efisiensi untuk mengklasifikasi dengan penyesuaian khusus demi konteks identifikasi jerawat.Penggunaan model CNN dalam penelitian ini disesuaikan dengan efisiensi untuk mengklasifikasi dengan penyesuaian khusus demi konteks identifikasi jerawat.
JARINGANSANTRIJARINGANSANTRI Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai karya ilmiah yang mendalam, tetapi juga sebagai alat pendidikan yang efektif dalam membentuk pemahaman masyarakatKarya ini tidak hanya berfungsi sebagai karya ilmiah yang mendalam, tetapi juga sebagai alat pendidikan yang efektif dalam membentuk pemahaman masyarakat
STAITARUNASTAITARUNA Dalam konteks ini, ekoteologi hadir sebagai koreksi terhadap kesadaran keagamaan yang telah lama menempatkan manusia sebagai pusat kekuasaan, bukan sebagaiDalam konteks ini, ekoteologi hadir sebagai koreksi terhadap kesadaran keagamaan yang telah lama menempatkan manusia sebagai pusat kekuasaan, bukan sebagai
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Hasan Hanafi dengan kiri Islamnya sangat menentang peradaban Barat, khususnya imperialisme ekonomi dan kebudayaan. Tugas kiri Islam adalah pertama, melokalisasiHasan Hanafi dengan kiri Islamnya sangat menentang peradaban Barat, khususnya imperialisme ekonomi dan kebudayaan. Tugas kiri Islam adalah pertama, melokalisasi
IAIN GORONTALOIAIN GORONTALO Tujuan penelitian ini mencari jawaban bagaimana cara memahami penunjukan lafadzh terhadap hukum (dilalah) terutama dilalah lafziyah dalam bentuk ibarahTujuan penelitian ini mencari jawaban bagaimana cara memahami penunjukan lafadzh terhadap hukum (dilalah) terutama dilalah lafziyah dalam bentuk ibarah
FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA Dakwah melalui media online memiliki jangkauan luas dan dapat diakses berbagai kalangan usia dengan pesan yang mudah dipahami dan tema yang relevan. ManajemenDakwah melalui media online memiliki jangkauan luas dan dapat diakses berbagai kalangan usia dengan pesan yang mudah dipahami dan tema yang relevan. Manajemen
Useful /
STAIRUSTAIRU Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui integrasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam manajemen pendidikan Islam dari perspektif Al-Ghazali. Metode penelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui integrasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam manajemen pendidikan Islam dari perspektif Al-Ghazali. Metode penelitian
UPNYKUPNYK Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan kapabilitas kepemimpinan dan perbaikan infrastruktur kerja bagi keberhasilan operasional bandara. KepemimpinanTemuan ini menekankan pentingnya pengembangan kapabilitas kepemimpinan dan perbaikan infrastruktur kerja bagi keberhasilan operasional bandara. Kepemimpinan
FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA Keterbatasan kurikulum, manajemen yang buruk, dan krisis keuangan menjadi masalah utama. Untuk dapat beradaptasi dengan perubahan era globalisasi, diperlukanKeterbatasan kurikulum, manajemen yang buruk, dan krisis keuangan menjadi masalah utama. Untuk dapat beradaptasi dengan perubahan era globalisasi, diperlukan
IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO Tulisan ini berupaya merumuskan konsep hubungan agama–negara melalui lensa dua model filsafat politik: liberalisme dan perfeksionisme. Liberalisme menekankanTulisan ini berupaya merumuskan konsep hubungan agama–negara melalui lensa dua model filsafat politik: liberalisme dan perfeksionisme. Liberalisme menekankan