IAIPD NGANJUKIAIPD NGANJUK

Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan TasawufJurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawuf

Islam sebagai Ilmu adalah cara pandang yang melanggengkan diskursus keilmuan yang terus bergerak dan berkembang serta terbuka terhadap konsep lain guna mencapai kemajuan keilmuan dalam Islam. Salah satu konsep yang ada pada wilayah epistemologi adalah falsifikasi milik Karl Raimund Popper. Penelitian ini hendak mengulas konsep falsifikasi dan implikasinya terhadap keilmuan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan cara mengumpulkan buku, jurnal, dan website yang terkait dengan tema penelitian untuk melakukan telaah kritis, melalui pendekatan heuristik dan koherensi inheren. Hasil dari penelitian ini adalah Falsifikasi Popper adalah sebentuk uji terhadap teori yang sudah berlaku dan ditetapkan, dengan melihat potensi salah atau tidak relevan di satu sisi, dan mengokohkan teori tersebut bilamana masih terbukti benar dan relevan di sisi lainnya. Implikasi falsifikasi milik Popper Islam adalah menghilangkan dalam kajian keilmuan dogmatisme kelompok keagamaan yang mengklaim suatu kebenaran akan suatu pemahaman sambil menyalahkan pemahaman yang berbeda dari kelompok lain. Selain itu, melalui konsep tiga dunia milik Popper, kajian keilmuan Islam dapat masuk pada ruang dinamis dengan nuansa inklusifitas yang baik.

Falsifikasi Popper merupakan uji terhadap teori yang sudah berlaku, dengan menilai potensi kesalahan atau ketidaksesuaian serta memperkuat teori bila masih valid.Implikasinya dalam keilmuan Islam adalah menghilangkan dogmatisme kelompok keagamaan serta memungkinkan kritik terhadap pemahaman yang berbeda.Dengan konsep tiga dunia Popper, keilmuan Islam dapat berada dalam ruang dinamis yang inklusif, sehingga terus mengalami pembaruan dan kemajuan seiring zaman.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana metode falsifikasi Popper dapat diterapkan secara konkret dalam bidang fiqh, khususnya dalam penentuan kaidah-kaidah hukum yang bersifat dinamis, sehingga dapat menjawab pertanyaan apakah falsifikasi dapat mempercepat pembaruan normatif dalam hukum Islam. Selain itu, sebuah studi komparatif antara pendekatan tiga dunia Popper dengan metodologi tradisional para ulama dalam menafsirkan Al‑Quran dapat memberikan wawasan tentang sejauh mana kerangka konseptual Popper mempengaruhi proses hermeneutik modern di kalangan cendekiawan Muslim; pertanyaan utama yang dapat diajukan adalah bagaimana tiga dunia tersebut berinteraksi dengan kategori tekstual, kontekstual, dan ideational dalam ijtihad kontemporer. Terakhir, penelitian empiris yang melibatkan wawancara dan survei terhadap akademisi Muslim di berbagai wilayah dapat menilai efektivitas falsifikasi sebagai alat kritis terhadap dogma keagamaan, serta mengidentifikasi tantangan praktis yang muncul ketika teori Popper diintegrasikan ke dalam diskursus keilmuan Islam, dengan fokus pada apakah pendekatan ini dapat meningkatkan toleransi intelektual dan kolaborasi lintas mazhab.

Read online
File size540.63 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test