IBRAHIMYIBRAHIMY
JOEY: Journal of English IbrahimyJOEY: Journal of English IbrahimyPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi yang signifikan antara kebiasaan siswa dalam mendengarkan lagu dan penguasaan kosa kata. Penelitian dilakukan pada siswa kelas pertama SMP 11 Maarif Bangsalsari Jember. Metode yang digunakan adalah metode korelasional dengan dua variabel, yaitu kebiasaan siswa dalam mendengarkan lagu sebagai variabel X dan penguasaan kosa kata siswa sebagai variabel Y. Peneliti menggunakan teknik sampel acak. Dalam penelitian ini, peneliti memberikan tes kepada siswa. Hasil tes menunjukkan tingkat korelasi antara kebiasaan mendengarkan lagu dan penguasaan kosa kata sangat tinggi dengan nilai signifikansi 0,000 dan r hitung sebesar 0,696. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kebiasaan siswa dalam mendengarkan lagu dan penguasaan kosa kata mereka.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kebiasaan siswa dalam mendengarkan lagu berbahasa Inggris dan penguasaan kosa kata.Nilai signifikansi sebesar 0,000 menunjukkan bahwa korelasi tersebut sangat signifikan.Kebiasaan mendengarkan lagu memiliki hubungan yang baik dengan kemampuan penguasaan kosa kata siswa.
Pertama, perlu diteliti bagaimana dampak frekuensi mendengarkan lagu per hari terhadap penguasaan kosakata dalam jangka panjang, apakah ada ambang batas optimal yang memberi hasil terbaik. Kedua, perlu dikaji perbedaan efektivitas lagu berdasarkan genre musik, seperti pop, hip-hop, atau ballad, dalam membantu siswa mengingat kosakata baru berdasarkan ritme dan intonasi liriknya. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi pengaruh penggunaan lagu berbahasa Inggris dengan dan tanpa teks lirik secara real-time terhadap retensi kosakata, serta bagaimana variasi media seperti aplikasi musik atau video memengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian lanjutan dapat membandingkan efektivitas metode ini pada usia berbeda atau tingkat kemampuan bahasa yang bervariasi untuk mengetahui generalisasi hasil temuan. Selain itu, bisa dievaluasi bagaimana kebiasaan mendengarkan lagu berbahasa Inggris di luar jam sekolah memengaruhi motivasi belajar bahasa secara keseluruhan. Penelitian juga dapat menguji kombinasi antara kebiasaan mendengarkan lagu dengan aktivitas pembelajaran lain seperti menulis ulang lirik atau menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Penting pula untuk mengevaluasi apakah lagu dengan kecepatan bicara cepat atau lambat lebih efektif dalam membantu penguasaan kosakata baru. Selanjutnya, perlu diteliti pengaruh preferensi pribadi siswa terhadap jenis lagu terhadap konsistensi kebiasaan dan hasil pembelajaran. Penelitian juga bisa mengkaji peran pemahaman konteks budaya dalam lagu terhadap daya ingat kosakata. Akhirnya, perlu dianalisis bagaimana intervensi terstruktur seperti program mendengarkan lagu harian dapat diterapkan dalam kurikulum sekolah secara efektif.
| File size | 782.87 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
IBRAHIMYIBRAHIMY Metode kualitatif digunakan untuk mengklasifikasikan data menurut teori Perrine (1977) dan menganalisis lirik serta interpretasinya. Temuan menunjukkanMetode kualitatif digunakan untuk mengklasifikasikan data menurut teori Perrine (1977) dan menganalisis lirik serta interpretasinya. Temuan menunjukkan
IBRAHIMYIBRAHIMY Menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti menganalisis 22 metafora yang ditemukan, terdiri dari 10 metafora dengan cakupan sempit dan 12 dengan cakupanMenggunakan pendekatan kualitatif, peneliti menganalisis 22 metafora yang ditemukan, terdiri dari 10 metafora dengan cakupan sempit dan 12 dengan cakupan
IBRAHIMYIBRAHIMY Berdasarkan uji statistik, nilai p-value (sig 2-tailed) sebesar 0,000 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi (α) 0,05, sehingga hipotesis alternatifBerdasarkan uji statistik, nilai p-value (sig 2-tailed) sebesar 0,000 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi (α) 0,05, sehingga hipotesis alternatif
IBRAHIMYIBRAHIMY Pemeriksaan hasil uji t‑tepat menunjukkan bahwa penggunaan permainan dikti secara signifikan meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas VIII SMPN 1 Asembagus.Pemeriksaan hasil uji t‑tepat menunjukkan bahwa penggunaan permainan dikti secara signifikan meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas VIII SMPN 1 Asembagus.
UNTARUNTAR Pengukuran kondisi stres dilakukan dengan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42). Analisis data dengan uji Wilcoxon menunjukkanPengukuran kondisi stres dilakukan dengan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42). Analisis data dengan uji Wilcoxon menunjukkan
IBRAHIMYIBRAHIMY Penggunaan media lagu pop secara signifikan meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas X SMAN 2 Situbondo, sebagaimana ditunjukkan oleh kenaikan skorPenggunaan media lagu pop secara signifikan meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas X SMAN 2 Situbondo, sebagaimana ditunjukkan oleh kenaikan skor
IBRAHIMYIBRAHIMY Metode kualitatif digunakan dengan teknik observasi non-partisipatif, di mana skrip dialog dalam video disekikan, kemudian kata kerja dengan akhiran -ingMetode kualitatif digunakan dengan teknik observasi non-partisipatif, di mana skrip dialog dalam video disekikan, kemudian kata kerja dengan akhiran -ing
IBRAHIMYIBRAHIMY Penelitian menggunakan Classroom Action Research (CAR) yang terdiri dari dua siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. SiklusPenelitian menggunakan Classroom Action Research (CAR) yang terdiri dari dua siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Siklus
Useful /
IBRAHIMYIBRAHIMY Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan sampel 35 siswa yang dipilih melalui cluster random sampling.Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan sampel 35 siswa yang dipilih melalui cluster random sampling.
IBRAHIMYIBRAHIMY Uji pre‑test dan post‑test dilakukan pada masing‑masing 36 siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor rata‑rata post‑test kelompok eksperimenUji pre‑test dan post‑test dilakukan pada masing‑masing 36 siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor rata‑rata post‑test kelompok eksperimen
IBRAHIMYIBRAHIMY Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-assessment secara nyata berdampak positif terhadap peningkatanPengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-assessment secara nyata berdampak positif terhadap peningkatan
IBRAHIMYIBRAHIMY Yaitu 64,58% dengan kriteria rendah pada siklus 1, dan 83,33% dengan kriteria tinggi pada siklus 2. Aktivitas guru juga menunjukkan adanya perbaikan dariYaitu 64,58% dengan kriteria rendah pada siklus 1, dan 83,33% dengan kriteria tinggi pada siklus 2. Aktivitas guru juga menunjukkan adanya perbaikan dari