STMIK BANJARBARUSTMIK BANJARBARU

Progresif: Jurnal Ilmiah KomputerProgresif: Jurnal Ilmiah Komputer

Penilaian kinerja tenaga kontrak di DPPKUKM Kabupaten Kapuas penting untuk meningkatkan kinerja instansi. Namun, masalahnya adalah proses perpanjangan kontrak hanya mengandalkan uji kompetensi dari pemerintah Kabupaten Kapuas. DPPKUKM belum menggunakan sistem komputer untuk penilaian kinerja, dan dalam beberapa kasus, tenaga kontrak mendapatkan hasil uji kompetensi yang sama. Dampaknya adalah DPPKUKM kesulitan dalam menilai dan memilih tenaga kontrak yang seharusnya mendapatkan perpanjangan kontrak. Penelitian ini mengusulkan Sistem Penunjang Keputusan (SPK) untuk membantu DPPKUKM menilai kinerja tenaga kontrak. Dalam penelitian ini, SPK untuk menilai kinerja tenaga kontrak DPPKUKM menggunakan metode Weighted Product (WP) dengan kriteria yang dinilai adalah Disiplin Kerja, Kepatuhan Terhadap Aturan, Kemampuan Bekerja. Hasil pengujian performa menunjukkan bahwa setelah menggunakan sistem, tidak ada data nilai kinerja tenaga kontrak yang sama. Sistem penilaian terbukti mampu membedakan kinerja dan kontribusi masing-masing tenaga kontrak dengan lebih baik.

Sistem penunjang keputusan penilaian kinerja tenaga kontrak memungkinkan pengelolaan data kriteria, nilai, dan informasi tenaga kontrak secara terstruktur.Sistem ini mampu memberikan rekomendasi perpanjangan kontrak secara efisien dan mengatasi masalah kesamaan nilai kinerja.Hasil pengujian menunjukkan tidak adanya nilai kinerja yang sama setelah sistem diterapkan, sehingga sistem terbukti mampu membedakan kontribusi masing-masing tenaga kontrak dan diterima baik oleh pengguna.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang integrasi sistem penilaian kinerja berbasis Weighted Product dengan sistem kehadiran digital secara real-time untuk memastikan data disiplin kerja lebih akurat dan tidak bergantung pada entri manual. Kedua, sebaiknya dilakukan studi tentang penerapan metode hybrid, seperti kombinasi Weighted Product dengan TOPSIS atau COPRAS, untuk melihat apakah perangkingan bisa menjadi lebih sensitif dan adil dalam membedakan kinerja pegawai dengan karakteristik tugas berbeda. Ketiga, penting untuk meneliti adaptasi model ini pada instansi pemerintah lain dengan kriteria tambahan seperti inisiatif kerja, inovasi, dan pelayanan publik, untuk mengevaluasi fleksibilitas dan generalisasi sistem dalam konteks yang lebih luas. Penelitian lanjutan ini akan memperkuat validitas sistem, meningkatkan objektivitas penilaian, dan membuka jalan untuk standarisasi penilaian kinerja tenaga kontrak di berbagai dinas daerah. Selain itu, sistem yang lebih adaptif dapat mengakomodasi perbedaan jabatan dan beban kerja, sehingga hasil penilaian lebih mencerminkan kontribusi nyata pegawai. Dengan menggabungkan data real-time dan metode yang lebih kompleks, sistem bisa menjadi lebih transparan dan dipercaya oleh semua pihak. Studi ini juga bisa mengungkap tantangan implementasi teknis dan budaya organisasi dalam adopsi sistem penilaian berbasis teknologi. Hasilnya dapat menjadi acuan bagi instansi lain dalam merancang sistem serupa. Pengembangan sistem yang lebih komprehensif juga berpotensi mendukung pengambilan keputusan strategis jangka panjang seperti pelatihan, promosi, atau rotasi tenaga kontrak. Dengan demikian, penelitian lanjutan tidak hanya meningkatkan akurasi teknis sistem, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi manajemen sumber daya manusia sektor publik secara keseluruhan.

  1. Model Penilaian Kinerja Tenaga Kontrak Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Berbasis Algoritma... doi.org/10.35889/progresif.v21i2.2746Model Penilaian Kinerja Tenaga Kontrak Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Berbasis Algoritma doi 10 35889 progresif v21i2 2746
  2. Wayback Machine. wayback machine jurnal.fikom.umi.ac.id/index.php/BUSITI/article/view/1924Wayback Machine wayback machine jurnal fikom umi ac index php BUSITI article view 1924
Read online
File size418.43 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test