UNDWIUNDWI

WIDYAACCARYAWIDYAACCARYA

Perundungan di sekolah tetap menjadi masalah yang terus berlanjut meskipun telah dilakukan berbagai upaya intervensi. Pendekatan tradisional, seperti kampanye sosialisasi dan kuesioner, terbukti tidak efektif karena kurangnya keberlanjutan dan dampak yang terbatas dalam mengurangi insiden perundungan. Data dari UNICEF (2020) mengungkapkan tingkat kekerasan (41%) dan perundungan (45%) yang sangat tinggi di kalangan siswa di Indonesia. Sifat heterogen Denpasar memperparah risiko perundungan, terutama di lingkungan pendidikan. Untuk mengatasi masalah mendesak ini, penelitian ini mengusulkan pendekatan baru: menerapkan model pembelajaran berbasis proyek (PBL) yang berlandaskan filosofi Hindu Bali Tri Kaya Parisudha (harmoni dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan) di sekolah menengah pertama (SMP) di Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas peraturan sekolah terkait perundungan, saling mendukung untuk melawan pelaku perundungan, serta melaporkan perundungan kepada guru dan orang tua guna memberikan dukungan. Pendekatan ini terdiri dari lima tahap: (1) penilaian kebutuhan awal, (2) pelatihan guru dan staf, (3) pembentukan kelompok proyek, (4) penerapan model pembelajaran berbasis proyek, (5) solusi pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini akan mengukur keberhasilan program dan dampaknya terhadap perilaku siswa guna memberikan makna bagi siswa dalam hal pencegahan dampak perundungan.

Pengembangan model pembelajaran berbasis proyek yang berlandaskan filosofi Tri Kaya Parisudha merupakan pendekatan inovatif dan relevan dalam konteks pencegahan perundungan di SMP di Kota Denpasar.Dengan menanamkan nilai‑nilai moral dan budaya secara praktis melalui kegiatan yang konkret, diharapkan siswa mampu menginternalisasi kehidupan, menumbuhkan karakter positif, dan mampu mengendalikan serta menekan kekerasan, termasuk perundungan.Pendekatan ini sekaligus memperkuat identitas budaya Bali yang menjunjung tinggi norma dan adat, serta menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam menciptakan iklim sekolah yang harmonis, aman, dan berbudaya.

Salah satu saran penelitian lanjutan adalah mengeksplorasi dampak jangka panjang penerapan model pembelajaran berbasis proyek berlandaskan Tri Kaya Parisudha terhadap perkembangan karakter dan kesehatan mental siswa, sehingga dapat dipertimbangkan integrasi program ini ke kurikulum nasional. Selanjutnya, penelitian dapat membandingkan efektivitas model ini dengan pendekatan pencegahan perundungan berbasis teknologi, seperti aplikasi pelaporan anonim dan modul edukasi digital, untuk menentukan kombinasi strategi terbaik dalam konteks sekolah beragam. Terakhir, penting untuk melakukan studi longitudinal di beberapa kota besar di Indonesia guna menguji keberagaman budaya dan kondisi sosial, agar dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang bersifat transformatif dan dapat diadaptasi secara lokal.

Read online
File size186.64 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test