STIFARSTIFAR

Media Farmasi IndonesiaMedia Farmasi Indonesia

Hipertensi adalah penyakit degeneratif yang ditandai dengan tekanan darah yang melebihi batas normal, yaitu sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥ 90 mmHg (Apriyani & Herawati, 2020). Tekanan darah tinggi yang tidak segera ditangani akan menyebabkan faktor risiko berbagai jenis penyakit degeneratif; selain itu, jika dibiarkan dalam waktu yang lama, akan berbahaya sebab menimbulkan komplikasi pada organ lain seperti jantung, mata, ginjal, otak, dan pembuluh darah besar (Tuloli et al., 2021). Menurut NHLBI (2024), satu dari tiga pasien memiliki hipertensi. Hipertensi meningkatkan risiko mortalitas akibat penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal akut, dan lain-lain. Penanganan hipertensi dapat dilakukan dalam dua kategori, yaitu upaya non-farmakologis dan farmakologis. Upaya farmakologis tidak lain adalah dengan menggunakan obat antihipertensi (Reyaan et al., 2021). Modul penggunaan obat rasional menjelaskan bahwa penggunaan obat rasional memastikan pasien menerima pengobatan sesuai kebutuhan klinisnya, dalam dosis yang direkomendasikan, pada periode tertentu, dengan aman (dalam hal efek samping, kontraindikasi, atau resistensi), dengan kualitas baik dan biaya terjangkau (Kemenkes, 2011). Cara peninjauan dapat dilihat dari segi diagnosis yang benar, indikasi yang tepat, pasien yang tepat, obat yang tepat, dosis yang tepat, informasi yang benar, harga yang tepat, metode dan durasi pemberian yang sesuai, serta peringatan efek samping (Tias, 2023). Penggunaan obat yang tidak tepat sangat merugikan pasien dalam hal hasil klinis dan reaksi obat yang tidak diinginkan. Hasil terapi merupakan hasil dari intervensi yang diberikan oleh sistem kesehatan, fasilitas, dan tenaga medis. Penurunan tekanan darah dapat dilihat sebagai salah satu parameter utama dalam menentukan keberhasilan terapi hipertensi (Tias, 2023). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara ketepatan pemilihan obat dan hasil terapi pada pasien hipertensi rawat jalan di RSUP Dr. Moewardi Surakarta.

Berdasarkan temuan penelitian pada 100 rekam medis pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi di poli rawat jalan RSUP Dr.Pasien hipertensi rawat jalan di RSUP Dr.Moewardi Surakarta telah memenuhi kriteria JNC VIII, dengan hasil ketepatan indikasi 100, ketepatan obat 94 pasien (94%), ketepatan dosis 100 pasien (100%), dan ketepatan pasien 95 pasien (95%).Pemilihan obat antihipertensi di poli rawat jalan RSUP Dr.Moewardi Surakarta dikatakan tepat jika pasien menerima pengobatan yang memenuhi kriteria indikasi yang tepat, obat yang tepat, pasien yang tepat, dosis yang tepat, dan menunjukkan hasil ketepatan pemilihan obat 92 pasien (92%).Sedangkan pasien dengan hasil terapi tercapai adalah 61 pasien (61%).Nilai p yang diperoleh adalah 0,030 (p <0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima, yang berarti ada hubungan antara ketepatan pemilihan obat dan hasil terapi pada pasien hipertensi rawat jalan di RSUP Dr.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mempertimbangkan sampel yang lebih besar dan beragam, menggunakan desain longitudinal untuk memahami hubungan sebab-akibat, dan menerapkan metode campuran untuk memperoleh wawasan yang lebih dalam. Selain itu, perlu dilakukan eksplorasi variabel tambahan dan studi intervensi untuk meningkatkan pemilihan obat dan kepatuhan pasien. Dengan mempertimbangkan keterbatasan dan implikasi ini, studi masa depan dapat memahami hubungan antara pemilihan obat dan hasil terapi pada pasien hipertensi dengan lebih baik.

Read online
File size399.16 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test