UPN VeteranUPN Veteran

International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE)International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE)

Limbah lumpur geothermal mengandung SiO2 yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Dalam penelitian ini, pembuatan pupuk silika amonium dilakukan dengan mengambil asam salisilat dari lumpur geothermal melalui proses ekstraksi dan penambahan resin yang kemudian dimodifikasi dengan penambahan NH4OH. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan 1000 ml KOH 1 N untuk melarutkan 60 gram Lumpur Geothermal. Resin ditambahkan dengan variasi berat resin, yaitu 5, 10, 20, 30, dan 40 gram. NH4OH ditambahkan dengan variasi konsentrasi, yaitu 3, 6, 9, 12, dan 15% dengan perbandingan filtrat dan larutan NH4OH sebesar 1:1. Produk pupuk cair silika amonium anorganik yang dihasilkan dianalisis untuk kadar silika bebas dan amonia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar silika bebas dan amonia dipengaruhi oleh berat resin yang digunakan dan konsentrasi amonium hidroksida yang dicampurkan. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa pupuk cair silika amonium anorganik dengan kadar SiO2 tertinggi terjadi saat menambahkan 20 gram resin dengan penambahan NH4OH dengan konsentrasi 15%, yaitu sebesar 1.831,87 mg/L, sedangkan kadar NH3 tertinggi dalam pupuk cair silika amonium terjadi saat menambahkan 40 gram resin dengan penambahan NH4OH dengan konsentrasi 15%, yaitu sebesar 252.312,80 mg/L.

Kualitas pupuk silika amonium dipengaruhi oleh berat resin yang digunakan dan konsentrasi amonium hidroksida yang ditambahkan.Resin penukar ion memiliki kapasitas penukaran ion yang tergantung pada jumlah total kelompok aktif senyawa ionik dalam berat material, dan semakin banyak ion, semakin besar kapasitasnya.Sehingga dalam kondisi di mana resin telah jenuh, yaitu ketika seluruh molekul resin telah terikat dengan ion impuritas, resin akan mengalami reaksi reversibel.Dalam penelitian ini, kadar SiO2 tertinggi dalam pupuk cair silika amonium terjadi saat proses penukaran ion menggunakan 20 gram resin dengan penambahan NH4OH dengan konsentrasi 15%, yaitu sebesar 1.Sedangkan kadar NH3 tertinggi dalam pupuk cair silika amonium terjadi saat proses penukaran ion menggunakan 40 gram resin dengan penambahan NH4OH dengan konsentrasi 15%, yaitu sebesar 252.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek suhu dan waktu kontak pada proses penukaran ion. Selain itu, penelitian tentang pengaruh jenis resin dan konsentrasi amonium hidroksida terhadap kualitas pupuk silika amonium juga dapat dilakukan. Penelitian tentang optimalisasi proses pembuatan pupuk silika amonium dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti suhu, waktu kontak, jenis resin, dan konsentrasi amonium hidroksida dapat menjadi arah penelitian yang menarik.

Read online
File size513.89 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test